Program Prukades Berhasil Kembangkan Desa di Gorontalo

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, mewakili Presiden RI meninjau langsung lokasi pengerjaan Padat Karya Tunai di Desa Haya-Haya Kab. Gorontalo Sabtu, 5 Mei 2018. (dok.Kemendes PDTT)

    Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, mewakili Presiden RI meninjau langsung lokasi pengerjaan Padat Karya Tunai di Desa Haya-Haya Kab. Gorontalo Sabtu, 5 Mei 2018. (dok.Kemendes PDTT)

    INFO NASIONAL—  Pemerintah Pusat terus mendorong potensi di pedesaan agar semakin berkembang lewat program produk unggulan kawasan pedesaan (Prukades). Salah satunya di Kabupaten Gorontalo dengan produk unggulan jagung dan kelapa.

    Hal itu disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT)  Eko Putro Sandjojo usai mengikuti rapat terbatas dengan sejumlah bupati di Gorontalo, Sabtu, 5 Mei 2018. 

    Menteri Eko mengatakan Kabupaten Gorontalo adalah salah satu daerah yang telah menjalankan Prukades dengan cukup berhasil.

    Terdapat dua komoditi yang di fokuskan di Gorontalo yakni Jagung dan kelapa. Jagung telah ditanam di lahan dengan luas sekitar 6 ribu hektare, pada 2017 telah memproduksi 500 ribu ton. 

    "Jadi kalau rata-rata Rp 3 ribu per ton. Maka, bisa menghasilkan Rp 1,5 triliun dari jagung. Belum lagi kelapa yang juga sudah mulai di ekspor ke beberapa negara," katanya.

    Menteri Eko menambahkan bahwa berjalannya program Prukades di Kabupaten Gorontalo telah menunjukkan keberhasilan dalam menurunkan angka kemiskinan di Gorontalo sebesar 2 persen dari 22 persen menjadi 20 persen.

    "Program prukades ini cepat dalam menurunkan kemiskinan, kalau rata-rata kemiskinan di desa masih di atas 10 persen secara nasional. Di Gorontalo dengan dana desa dan Prukadesnya bisa menurunkan kemiskinannya turun 2 persen. Kalau konsisten 2 persen tiap tahunnya, mungkin 5 tahun lagi angka kemiskinan di Gorontalo akan kecil," ujarnya.

    Model Prukades, kata Menteri Eko, akan mendatangkan dunia usaha ke desa karena desa telah memiliki skala ekonomi yang besar. Selain itu juga akan menciptakan lapangan pekerjaan karena terbangunnya industri produksi di desa.

    "Dengan Prukades ini dunia usaha akan melakukan investasi di pengolahan gula semut dengan melibatkan masyarakat dan investasi lainnya yang bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan memberikan lapangan pekerjaan dengan adanya industri produksi kelapa di Gorontalo," ucapnya.

    Dalam kunjungan ke Gorontalo, selain menghadiri Ratas dengan sejumlah Bupati di Provinsi Gorontalo, Mendes PDTT melakukan peninjauan lokasi padat karya tunai jalan usaha tani dan saluran irigasi tersier di desa Haya-haya,Gorontalo. 

    Menurutnya, saat ini pemerintah bukan hanya berorientasi pada program di masing-masing kementerian saja. Tapi orientasinya lebih kepada lokasi khusus (lokus). Jadi setiap lokus bisa menentukan fokusnya agar menjadi skala yang besar. 

    "Dengan adanya berbagai program padat karya tunai yang dilakukan kementerian lainnya seperti Kementerian PU, Pertanian, BUMN, Kesehatan, Perhubungan dan kementerian lainnya diharapkan menimbulkan pendapatan masyarakat yang lebih besar," tuturnya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.