Kebakaran yang Tewaskan Perwira TNI dan Putrinya Masih Diselidiki

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran. ANTARA/Suwandy

    Ilustrasi kebakaran. ANTARA/Suwandy

    TEMPO.CO, Palangka Raya - Kebakaran di Asrama Denintel Korem 102/Pjg di Jalan Tengkawang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang menewaskan perwira TNI, Kapten CPM Moch Adzan Supriadi dan anaknya berinisial NA, 11 tahun, pada Jumat malam, 4 Mei 2018, masih diselidiki. Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri akan didatangkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Kasus kebakaran ini ditangani oleh tim gabungan dari Kepolisian Daerah Kalimentan bersama Denpom XII/2 Plk dan Korem 102/Panju Panjung tengah menyelidiki kebakaran tersebut. Sejumlah saksi mata telah dimintai keterangan.

    Baca juga: Begini Korban Kebakaran Taman Kota Menolak Dipindahkan ke Rusun

    Direktur Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah Komisaris Besar Ignatius Agung Prasetyoko mengatakan berdasarkan keterangan sementara, kebakaran diduga berasal dari gudang. "Informasinya kebakaran diduga berawal dari gudang, tapi masih terus dikembangkan. Minggu, tim forensik datang dan melakukan olah TKP," ujarnya saat meninjau lokasi kebakaran, Sabtu, 5 Mei 2018.

    Mengenai penyebab kematian Adzan Supriadi dan putriya, kata Agung, keduanya diduga sesak napas karena terjebak di dalam bangunan asrama yang terbakar. Dugaan ini diperkuat hasil visum yang telah dilakukan oleh tim medis Rumah Sakit Umum Daerah dr Doris Sylvanus Palangka Raya.

    "Hasil visum sementara diduga korban menghirup asap yang bercampur serbuk bangunan yang terbakar, sehingga kehabisan napas dan ikut terbakar bersama anaknya dalam insiden tersebut," kata Agung.

    Baca juga: Tolak Digusur, Korban Kebakaran Taman Kota Tagih Janji Anies

    Masyarakat berdatangan ke lokasi tempat kebakaran. Mereka menyaksikan olah TKP yang dilakukan oleh tim gabungan.

    Sebelumnya Kapolres Palangka Raya Ajun Komisaris Besar Timbul RK Siregar menyebutkan kondisi Adzan Supriadi dan putrinya hangus. "Untuk Kapten CPM Moch Adzan dan NA anaknya itu ditemukan tewas terbakar tepat di ruang tamu rumah dengan posisi berdekatan dengan kondisi hangus 100 persen," kata Timbul.

    Dua anak Adzan Supriadi yang lain, TA berusia 18 tahun dan SK berusia 7 tahun, nyaris ikut terbakar dalam bangunan rumah bertipe 36 itu. Keduanya mengalami luka-luka akibat kebakaran itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.