Gatot Nurmantyo: Saya Bicara Agama sejak Jadi Pangkostrad

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan Selendang Putih Nusantara resmi mendeklarasikan Gatot Nurmantyo menjadi Calon Presiden. Deklarasi dilakukan dengan seremoni pengalungan selendang putih di Menara Kompas, Jakarta.   23 April 2018. Dok. Relawan Selendang Putih Nusantara

    Relawan Selendang Putih Nusantara resmi mendeklarasikan Gatot Nurmantyo menjadi Calon Presiden. Deklarasi dilakukan dengan seremoni pengalungan selendang putih di Menara Kompas, Jakarta. 23 April 2018. Dok. Relawan Selendang Putih Nusantara

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Mantan Panglima TNI, Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo, mengungkapkan bukan baru-baru ini dirinya sering berbicara persoalan agama dan pergerakan umat Islam di Indonesia. Gatot menuturkan telah banyak berbicara soal agama Islam sejak menjabat Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad)

    "Saya mulai bicara seperti ini (materi agama) sejak tahun 2014, saat masih menjadi Pangkostrad," ujar Gatot saat menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan di Masjid Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jumat, 4 Mei 2018.

    Baca juga: Gatot Nurmantyo: Sakit Saya Kalau Masjid Dilarang Bicara Politik

    Dalam dialog bertajuk "Menjaga Perdamaian dan Kesatuan Bangsa Indonesia" itu, Gatot bercerita panjang lebar soal peran para ulama dan santri di Tanah Air yang bergerak dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Termasuk sejarah singkat terbentuknya dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

    Gatot semakin intens membawa materi seputar agama ketika mulai diundang menjadi pembicara di Universitas Indonesia (UI). Dari situlah Gatot makin tertarik mendalami pengetahuan sejarah Islam Tanah Air dan mempelajari seluk-beluk pergerakannya. "Dan sampai sekarang sudah 59 universitas yang pernah saya datangi untuk berbicara soal ini," katanya.

    Baca juga: Pengamat: Gatot Nurmantyo Bisa Jadi Kuda Hitam di Pilpres 2019

    Gatot menilai pemahaman sejarah pergerakan Islam melalui peran para ulama dan santri di Tanah Air perlu disebarkan. Sebab, kata dia, bangsa Indonesia akan terus bergerak dengan tantangan dan ancaman yang berbeda-beda.

    Gatot pun akan terus menyerukan dialog agama dan perannya dalam persatuan Indonesia. Bahkan sebelum purna-tugas, Gatot mengaku sering membagikan pengetahuan sejarah gerakan Islam itu kepada prajuritnya.

    "Sebab, sampai sekarang belum ada satu pun lembaga yang memberi perhatian penuh soal ancaman dan tantangan yang terus berubah itu, BIN (Badan Intelijen Negara) tidak, BAIS (Badan Intelijen Strategis) TNI juga tidak," ujar Gatot Nurmantyo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.