Jejak Penghentian Kasus Penghinaan Pancasila Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • mam Besar FPI, Rizieq Shihab tiba di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 16 Januari 2017. Simpatisan FPI dan GNPF MUI ingin berdemonstrasi di Markas Besar Polri menuntut Kapolri mencopot Kapolda Jawa Barat. TEMPO/Rezki tempo

    mam Besar FPI, Rizieq Shihab tiba di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 16 Januari 2017. Simpatisan FPI dan GNPF MUI ingin berdemonstrasi di Markas Besar Polri menuntut Kapolri mencopot Kapolda Jawa Barat. TEMPO/Rezki tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menghentikan penyidikan kasus penghinaan Pancasila dan pencemaran nama baik Presiden Soekarno dengan tersangka Muhammad Rizieq Shihab. Polisi berdalih menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) karena kekurangan bukti.

    Poisi telah menyelidiki kasus ini sejak lebih dari setahun silam. Polisi pernah menyatakan bukti untuk kasus ini cukup dan melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan. Namun, kejaksaan mengembalikannya karena dianggap belum memenuhi kelengkapan formal dan material. Berikut adalah kronologi kasus ini.

    27 Oktober 2016

    Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Rizieq Shihab ke Badan Reserse Kriminal Polri atas kasus penghinaan Pancasila dan pencemaran nama baik mantan Presiden Soekarno. Rizieq dilaporkan berdasarkan bukti video ceramahnya di kawasan Gasibu, Bandung, Jawa Barat, pada 2011.

    Sukma mempersoalkan ucapan Rizieq yang menyatakan: “Pada Pancasila Soekarno, ketuhanan ada di pantat. Sedangkan Pancasila Piagam Jakarta, ketuhanan ada di kepala.”

    Baca juga: Pengacara Minta Polisi Hentikan Semua Kasus Rizieq Shihab

    23 November 2016

    Bareskrim Polri melimpahkan kasus Rizieq ke Kepolisian Daerah Jawa Barat. Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto beralasan tempat kejadian perkara Rizieq ada di Bandung, Jawa Barat.

    23 Januari 2017

    Polda Jawa Barat melakukan gelar perkara untuk kasus ini. Gelar perkara dilakukan Direktorat Reskrimum Polda Jawa Barat bersama Bareskrim Polri. Dalam gelar perkara, penyidik menggali fakta dari keterangan saksi dan alat bukti.

    Selama penyelidikan, penyidik telah memeriksa 15 saksi, terdiri dari saksi fakta dan saksi ahli. Polisi juga memeriksa video rekaman ceramah Rizieq.

    30 Januari 2017

    Polda Jawa Barat menetapkan pimpinan Front Pembela Islam itu sebagai tersangka kasus penghinaan Pancasila dan pencemaran nama baik. Polisi menyangka Rizieq melanggar Pasal 154 KUHP tentang penodaan lambang negara dan Pasal 310 tentang pencemaran nama baik. Polisi menyatakan telah mengantongi empat alat bukti. Namun, polisi memutuskan tidak menahan Rizieq.

    7 dan 10 Februari 2017

    Penyidik Polda Jawa Barat memanggil Rizieq untuk diperiksa pada 7 Februari 2017. Namun, dia tidak memenuhi panggilan itu. Penyidik kembali melayangkan surat panggilan pemeriksaan kedua pada 10 Februari 2017. Dia kembali tidak datang.

    Rizieq mengatakan tidak akan lari dari kasus ini. Dia berdalih belum bisa memenuhi panggilan karena sibuk mengurus umat.

    13 Februari 2017

    Rizieq akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Jawa Barat. Dia membawa tesisnya yang berjudul ‘Pengaruh Pancasila Terhadap Penerapan Syariat Islam di Indonesia’. Tesis itu untuk membuktikan dirinya tidak menghina Pancasila maupun Soekarno.

    Polisi memeriksanya selama delapan jam. Usai diperiksa, Rizieq memberikan ceramah di depan pendukung yang mengawalnya di Masjid Pusdai, Jawa Barat.

    2 Mei 2017

    Polda Jawa Barat melimpahkan berkas perkara Rizieq ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

    Baca juga: Polda Jawa Barat Setop Kasus Penodaan Pancasila Rizieq Shihab

    16 Mei 2017

    Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Rizieq ke penyidik Polda Jawa Barat. Kejaksaan menyatakan berkas perkara belum memenuhi kelengkapan formal dan material.

    26 April 2017

    Rizieq dan keluarga berangkat umrah ke Arab Saudi. Pada akhir Mei, Polda Metro Jaya menetapkan Rizieq sebagai tersangka untuk kasus lain, yakni dugaan penyebaran percakapan berkonten pornografi. Keesokannya, Polda Metro menetapkan Rizieq buron. Rizieq dikabarkan berada di Arab Saudi.

    2 Juni 2017

    Meski Rizieq tak ada di Tanah Air, Polda Jawa Barat masih berusaha melengkapi berkas perkara Rizieq dalam kasus penghinaan Pancasila dan pencemaran nama baik Soekarno. Polisi meminta pendapat ahli hukum pidana untuk melengkapi berkas itu. Polisi menyatakan akan melimpahkan berkas ke kejaksaan, namun berkas tak kunjung dilimpahkan.

    Februari 2018

    Polda Jawa Barat menyatakan telah menerbitkan SP3 terhadap kasus ini sejak akhir Februari 2018. Polisi berdalih tidak memiliki cukup bukti.

    Pengacara Rizieq, Kapitra Ampera, mengaku baru mengetahui penghentian penyidikan kasus Rizieq Shihab dihentikan pada awal pekan ini. “Senin ini saya baru diberitahu,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.