Tiba di Sukamiskin, Setya Novanto: Saya di Sini Bisa Ketemu Kawan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana mantan Ketua DPR, Setya Novanto, meninggalkan Rumah Tahanan Kelas 1 Cabang KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 4 Mei 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Terpidana mantan Ketua DPR, Setya Novanto, meninggalkan Rumah Tahanan Kelas 1 Cabang KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 4 Mei 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Terpidana kasus korupsi E-KTP, Setya Novanto tiba di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Jumat, 4 Mei 2018.

    Setya Novanto tiba di depan pintu masuk utama Lapas sekitar pukul 16.45 WIB. Selain dikawal oleh beberapa petugas, dia pun didampingi kuasa hukumnya, Firman Wijaya. Setelah turun dari mobil mini bus warna hitam dengan nomor polisi B 1243 SOQ, Setya Novanto langsung dikerumuni awak media. Mantan Ketua DPR yang mengenakan kaos warna hitam beserta jaket kulit warna hitam berkerah itu pun berbicara pada wartawan.

    "Iya intinya saya pindah dari kosan ke tempat pesantren tentu saya siap berdoa, saya masih tetap untuk cooling down dulu, tentu saya juga akan kooperatif," kata mantan Ketua Umum Golkar itu sebelum masuk ke dalam lapas Sukamiskin.

    Baca juga: Pamit ke Sukamiskin, Setya Novanto Ucapkan Permintaan Maaf

    Setya Novanto mengaku masih akan mempercayakan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait keinginannya menjadi Justice Collaborator (JC).

    "Semua kita percayakan pada pihak KPK dan itu semua berjalan secara baik," kata Setya Novanto.

    Dia pun meminta agar semua pihak mendoakan dirinya yang terjerat kasus korupsi E-KTP. "Saya di sini bisa ketemu dengan kawan-kawan, berdoa semua supaya saya kuat dan tabah," katanya.

    Baca juga: Setya Novanto Jalani Pemeriksaan Kesehatan Sebelum ke Sukamiskin

    Setya Novanto sebelumnya divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Hakim juga mewajibkan Setya Novanto membayar uang pengganti senilai US$ 7,3 juta dikurangi Rp 5 miliar seperti yang sudah dikembalikan dan mencabut hak politiknya selama lima tahun setelah menjalani masa hukuman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.