Relawan Jokowi-Moeldoko Hebat Deklarasi di Bandung

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menerima empat perwakilan pengemudi ojek online di Istana Merdeka, Jakarta, 27 Maret 2018. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. ANTARA/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi menerima empat perwakilan pengemudi ojek online di Istana Merdeka, Jakarta, 27 Maret 2018. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. ANTARA/Wahyu Putro A

    GOOTO.COM, Jakarta - Puluhan orang mendeklarasikan dukungannya pada Jenderal Purnawirawan Moeldoko, sebagai calon wakil presiden Joko Widodo. “Kita ingin bergerak saja. Sepertinya sulit sekali Pak Jokowi memilih calon (wakilnya). Mungkin harus ada dorongan dari bawah seperti ini untuk membantu beliau,” kata Ketua Umum Relawan Jokowi-Moeldoko Hebat (Jodoh), Ivan Pandapotan Purba di Bandung, Jumat, 4 Mei 2018.

    Ivan mengatakan, Joko Widodo memiliki peluang paling besar untuk terpilih kembali menjadi presiden. “Hasil-hasil survey tingkat elektoral dan kepuasannya tinggi. Peluang dua periode makin besar. Cuma masalahnya, siapa yang mendampingi beliau,” kata dia.

    Ivan mengatakan, Joko Widodo harus memilih pasangan yang paling tepat untuk mendongkrak elektabilitasnya karena pemilu presiden kemungkinan besar mengerucut pada dua poros. Poros Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang disokong Partai Gerindra, PKS, dan PAN. “Kalau terjadi dua poros ini, poros di sebelah Joko Widodo merupakan pasangan yang elektoralnya paling tinggi,” kata dia.

    Baca juga: Moeldoko Persilakan Bahas Politik di Masjid, Asal...

    Dengan kemungkinan itu, Joko Widodo harus memilih pasangan yang tepat. Dia mengklaim, pasangan yang paling pas bagi Joko Widodo justru figur di luar partai penyokongnya. “Moeldoko yang paling tepat. Pak Jokowi perlu pendamping yang bisa mengamankan pemerintahan keduanya,” kata Ivan.

    Ivan mengklaim, sinyalemen Jokowi memilih Moeldoko sudah terlihat. Diantaranya, dalam sesi wawancara dalam acara Mata Najwa, Jokowi sempat keceplosan menyebut Moeldoko sebagai pilihan wakil presiden yang paling pas.

    “Jokowi dan Moeldoko juga sudah satu chemistry. Saat pernikahan anaknya, Jokowi menunjuk Moeldoko mewakili keluarga. Penempatan Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan, itu pembantu presiden yang paling dekat karena setiap hari bertemu. Berbeda dengan menteri,” kata dia.

    Ivan mengaku belum pernah bertemu langsung dengan Moeldoko. Dia hanya mendengar kiprah mantan Panglima TNI itu dari media massa. Deklarasi itu pun diklaimnya dibiayai mandiri. “Ini aspirasi kami sendiri. Kami berbiaya mandiri juga,” kata dia.

    Ivan mewakili 28 orang yang mendeklarasikan sebagai relawan Jokowi-Moeldoko Hebat (Jodoh) di Rumah Makan Bale Gazebo, Bandung. Ivan sendiri jebolan ITB angkatan 1984, sempat berkiprah di jalur politik sebagai Ketua DPD Partai Damai Sejahtera (PDS) sepuluh tahun lalu. Kini dia mengaku sudah tidak lagi terjun berpolitik, dan memilih jadi pengusaha. “Saya sendiri wiraswata. Latar belakang relawan ini bermacam-macam, ada ustad, ada pendeta. Berbagai profesi, suku ras, latar belakang daerahnya. Ada yang tidak bisa datang ke sini karena dari luar kota,” kata dia.

    Ivan mengatakan, relawan Jodoh hanya punya waktu dari bulan Mei 2018 hingga Juni 2018 nanti untuk mensosialisasikan Moeldoko. Deklarasi serupa akan digelarnya di sejumlah tempat lainnya di Indonesia. “Juli 2018 nanti kemungkinan sudah mengkristal siapa yang akan menjadi calonnya Pak Jokowi,” kata dia.

    Baca juga: Pertemuan Jokowi dan PA 212, Moeldoko: Presiden Itu Guyub Maunya

    Di sela deklarasi itu sempat dipaparkan hasil survey di lingkup terbatas dengan responden 557 warga Kota Bandung. Salah satunya dengan menanyakan wakil presiden yang bisa diterima publik. Nama Moeldoko berada di posisi pertama 27,8 persen, disusul Agus Harimurti Yudhoyono 25,7 persen, serta Anis Baswedan 20,3 persen.

    Sementara hasil survey untuk calon presiden menempatkan Joko Widodo di posisi puncak 51 persen, disusul Prabowo Subianto 33,8 persen, dan Gatot Nurmantyo 10,2 persen. “Survey ini memang belum cukup untuk mewakili, walaupun di Kota Bandung ini penduduknya heterogen. Memang tidak seperti Jakarta yang menjadi taman mininya Indonesia, tapi banyak sekali suku bangsa yang berdomisili di kota Bandung,” kata Konsultan politik dari PT Parameter Konsultindo, Agus Ariwibowo di sela deklarasi itu, Jumat, 4 Mei 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.