Menhan Ingatkan Prajurit TNI Tak Berangan Jadi Kepala Daerah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Jenderal TNI (purn) Ryamizard Ryacudu memberikan sambutan saat kunjungan kerja ke Markas Kops Marinir TNI AL di Cilandak, Jakarta, 3 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pertahanan Jenderal TNI (purn) Ryamizard Ryacudu memberikan sambutan saat kunjungan kerja ke Markas Kops Marinir TNI AL di Cilandak, Jakarta, 3 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengingatkan anggota TNI untuk tidak berangan-angan menjadi kepala daerah setelah bertugas menjadi prajurit.

    "Jadi masuk tentara, jangan sampai baru masuk, baru tengah jalan sudah berangan-angan pengen jadi apa, waduh ini rusak, jadi bupati, gubernur dan terakhir jadi presiden," kata Ryamizard saat memberikan pengarahan kepada prajurit Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Korpaskhasau) di Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Jumat, 4 Mei 2018.

    Baca: Panglima TNI: Jalan Tikus di Perbatasan Rawan Penyelundupan

    Menurut Ryamizard, cita-cita ketika sudah masuk tentara adalah menjadi prajurit yang profesional. Makna profesional yang dia maksud adalah prajurit yang mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. "Menjadi gubernur, bupati itu di tengah jalan diminta orang. Jangan minta minta, tidak benar itu," kata dia.

    Baca: Kemenhan Sebut Ada Keterlambatan Pembuatan Pesawat Tempur KFX/IFX

    Ryamizard mengatakan prajurit yang baik tidak meminta-minta. Ia menyebut yang meminta-minta itu adalah pengemis. "Tapi kalau dikasih alhmdulilah," kata Ryamizard.

    Ia pun bercerita saat dulu menjadi prajurit suka meminta-minta, tapi yang dia minta adalah tugas. Saat Ryamizard kursus di Bandung, tiba-tiba dia diminta langsung ke perbatasan. Karena penugasan itu dia langsung siap berangkat, padahal biasanya dia pulang ke rumah terlebih dahulu. "Kalau tidak menjiwai akan stres. Kalau saya seneng. Tidak ada suka duka, sebagai prajurit suka," ujar Ryamizard.

    Baca: Jokowi Senang Personel Wanita TNI dan Polri Jadi Idola Netizen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.