Mendes PDTT Ajak Masyarakat Indonesia di Italia Pulang dan Bangun Desa

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo bertemu Dubes RI untuk Italia Esti Andayani dan Dubes RI untuk Vatikan Agus Sriyono serta masyarakat Indonesia di Italia.

    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo bertemu Dubes RI untuk Italia Esti Andayani dan Dubes RI untuk Vatikan Agus Sriyono serta masyarakat Indonesia di Italia.

    INFO NASIONAL - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo bertemu dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia Esti Andayani dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Vatikan Agus Sriyono. Kunjungan ini dilakukan setelah Eko mengunjungi Kantor Pusat International Fund for Agricultural Development (IFAD), di Roma, Italia, Selasa, 2 Mei 2018.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah-tamah bersama perhimpunan pelajar Indonesia di Italia, Ikatan Rohaniawan dan Rohaniawati Indonesia di Kota Abadi (IRRIKA). Para peserta ramah-tamah terlihat sangat antusias mengetahui perkembangan pembangunan desa di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Eko juga mengajak pelajar, rohaniawan, serta rohaniawati, untuk kembali ke Indonesia guna membangun desa.

    Di hadapan masyarakat Indonesia di Italia ini, Eko kembali menjelaskan percepatan pembangunan di perdesaan adalah kunci penting pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain memetakan potensi produk unggulannya, desa juga harus didorong untuk mampu memberi nilai tambah pada komoditas tersebut agar memiliki daya jual yang lebih tinggi.

    Hal yang dibutuhkan desa dalam konteks ini, menurut Eko, adalah sarana pascapanen. “Hal tersebut juga perlu didukung dengan skala produksi produk unggulan desa yang besar, agar investor tidak ragu masuk ke desa. Dengan demikian, pendapatan masyarakat akan lebih besar,” ujarnya.

    Dia menambahkan, pemerintah perlu menggandeng sektor swasta dalam hal penyediaan sarana pascapanen tersebut. Sejalan dengan gagasan itu, Kementerian Desa menginisiasi komitmen kerja sama dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) antara perusahaan swasta dan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk mengembangkan potensi unggulan desa. 

    “Ada 102 kabupaten, 68 dunia usaha, serta sejumlah instansi terkait yang berkomitmen membangun desa. Kesepakatan terjalin untuk dapat bekerja sama dalam mengembangkan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) dan penyediaan sarana pascapanen,” ucapnya.

    Dengan adanya Prukades dan sarana pascapanen yang memadai, kata Eko, produktivitas produk unggulan desa dapat meningkat signifikan dan memiliki daya saing lebih tinggi. Dengan demikian, pendapatan ekonomi masyarakat desa dan pertumbuhan ekonomi akan meningkat. Pemerataan ekonomi pun akan terwujud.

    Kunjungan Eko ke Roma sekaligus memenuhi undangan IFAD untuk menjadi pembicara utama dalam Konferensi Internasional dengan tema "Rural Inequalities: Evaluating Approaches to Overcome Disparities”. Dalam kesempatan itu, Eko menguraikan peran penting dana desa dalam menopang pembangunan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.