Setya Novanto Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin Hari Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa mantan ketua DPR, Setya Novanto, duduk bersama dengan istrinya Deisti Astriani Tagor, dan dokter spesialis jantung RS Premier Jatinegara Jakarta Timur, dokter Glen, bermemberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang perkara merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Fredrich Yunadi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 3 Mei 2018.  TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa mantan ketua DPR, Setya Novanto, duduk bersama dengan istrinya Deisti Astriani Tagor, dan dokter spesialis jantung RS Premier Jatinegara Jakarta Timur, dokter Glen, bermemberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang perkara merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Fredrich Yunadi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 3 Mei 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengeksekusi terpidana perkara korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Setya Novanto, ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, hari ini.

    “Iya benar, tapi belum tahu pukul berapa akan diberangkatkan dari Jakarta,” kata kuasa hukum Setya, Maqdir Ismail, saat dihubungi Tempo, Jumat, 4 Mei 2018.

    Baca: Setya Novanto Yakin Ada Tersangka Baru Korupsi E-KTP

    Kuasa hukum Setya lainnya, Firman Wijaya, mengatakan kemungkinan Setya akan dieksekusi pada siang ini. “Sebenarnya belum ada kepastian, tapi mungkin pukul 09.00,” ucapnya.

    Saat ini, Setya masih ditahan di Rumah Tahanan Kelas 1 Cabang KPK, Jakarta. Eksekusi putusan terhadap Setya dilakukan setelah mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu memutuskan tidak mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan hakim kepadanya. KPK pun sebelumnya juga memutuskan tidak mengajukan banding.

    Baca: Ogah Banding, Setya Novanto: Saya Sebaiknya Cooling Down Dulu

    Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menghukum Setya 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan. Hakim menyatakan Setya terbukti melakukan korupsi dalam proyek pengadaan e-KTP.

    Hakim juga mewajibkan Setya Novanto membayar uang pengganti senilai US$ 7,3 juta dikurangi Rp 5 miliar seperti yang sudah dikembalikannya serta mencabut hak politiknya selama lima tahun setelah menjalani masa hukuman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.