Main Badminton Lawan Sultan Brunei, Jokowi: Keringatan Dua Ember

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Sultan Brunei Darussalam, H.M. Sultan Haji Hassanal Bolkiah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 3 Mei 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Sultan Brunei Darussalam, H.M. Sultan Haji Hassanal Bolkiah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 3 Mei 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertanding badminton melawan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah di Gelanggang Olahraga Ahmad Yani, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Cilangkap, Kamis, 3 Mei 2018. Dalam pertandingan itu, Jokowi yang berpasangan dengan Alan Budikusuma menahan imbang duet Hassanal dan Hendry Wijaya dengan skor 25-25.

    Seusai pertandingan, Jokowi mengatakan sengaja memilih badminton sebagai diplomasi lembut Indonesia terhadap Brunei. Pasalnya, Hassanal dikenal hobi bermain badminton dan biasa latihan sehari tiga kali.

    Baca: Kunjungi Mabes TNI, Jokowi dan Sultan Brunei Berseragam Militer

    "Sehingga waktu di ASEAN Summit, kemudian di Australia, dan ketemu kemarin di Singapura, ya, saya mengajak beliau untuk datang ke Indonesia main badminton," kata Jokowi di Cilangkap, Jakarta, Kamis, 3 Mei 2018.

    Pertandingan badminton antara Jokowi dan Hassanal itu berjalan hanya satu set. Kejar-mengejar poin ditunjukkan keduanya. Pertandingan pun diakhiri saat Jokowi mundur dan digantikan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

    "Keringatnya keluar dua ember tadi. Jadi seger, fresh. Tapi yang paling penting tamunya terlayani dan senang," ucap Jokowi.

    Baca: Jokowi dan Sultan Brunei Bahas Nilai Perdagangan yang Menurun

    Diplomasi lewat badminton sukses membangun kesepakatan kerja sama antara Indonesia dan Brunei. Jokowi berujar Brunei akan membeli tank Anoa dan senjata buatan PT Pindad.

    Dalam pertemuan dengan Hassanal, Jokowi menawarkan Brunei membeli kapal dan pesawat buatan Indonesia. Namun Brunei menyatakan akan mempertimbangkannya. "Tapi yang sudah jelas tadi adalah dengan Pindad untuk senjata dan tank Anoa," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.