Setya Novanto dan Istri Akan Jadi Saksi Fredrich Yunadi Hari Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setya Novanto tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat untuk menjalani sidang putusan, 24 April 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    Setya Novanto tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat untuk menjalani sidang putusan, 24 April 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Setya Novanto dan istrinya, Deisti Astriani Tagor, akan menjadi saksi dalam sidang merintangi penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan terdakwa Fredrich Yunadi, hari ini. Deisti disebut menemani Setya di kamar VIP 323 setelah mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu mengalami kecelakaan.

    "Rencana pemeriksaan satu-satu," kata jaksa KPK, Takdir Suhan, saat dikonfirmasi, Kamis, 3 Mei 2018.

    Baca: ICW Minta KPK Jerat Setya Novanto dengan Pidana Pencucian Uang

    Menurut Takdir, pihaknya akan mendalami fakta mengenai tindakan Fredrich dalam memberikan saran kepada Setya Novanto untuk merintangi penyidikan KPK.

    Fredrich Yunadi merupakan terdakwa kasus merintangi penyidikan KPK terhadap Setya. Fredrich diduga bersekongkol dengan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, untuk memanipulasi sakit dan kecelakaan Setya.

    Baca: Setya Novanto Sudah Bayar Denda Rp 500 Juta

    Selain Setya Novanto dan istrinya, Takdir mengatakan jaksa akan menghadirkan dokter spesialis jantung di RS Premier Jatinegara, yaitu Glen Sherwin Dunda. Setya pernah dirawat di rumah sakit itu sebelum mengalami kecelakaan.

    Takdir mengatakan jaksa KPK akan memeriksa dokumen medical record Setya Novanto. Takdir menjelaskan, dokumen tersebut tidak boleh diberitahukan kepada pihak lain selain pasien serta keluarganya.

    Hingga siang ini, sidang Fredrich belum dimulai. Hal ini karena hakim Syaifudin Zuhri sedang memimpin sidang kasus eks Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny.

    Baca: Tak Ajukan Banding, Setya Novanto Lelah dengan Proses Persidangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.