Bandung Siap Menggelar Tes SBMPTN Berbasis Android

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebagian peserta melaksanakan ujian SBMPTN berbasis komputer di ITB, Bandung, Jawa Barat, 31 Mei 2016. Panitia Lokal 34 Bandung menyiapkan 2.304 ruangan yang akan digunakan oleh 46.056 peserta ujian seleksi yang tersebar di Bandung sebanyak 218 lokasi dan Tasikmalaya 15 lokasi. TEMPO/Prima Mulia

    Sebagian peserta melaksanakan ujian SBMPTN berbasis komputer di ITB, Bandung, Jawa Barat, 31 Mei 2016. Panitia Lokal 34 Bandung menyiapkan 2.304 ruangan yang akan digunakan oleh 46.056 peserta ujian seleksi yang tersebar di Bandung sebanyak 218 lokasi dan Tasikmalaya 15 lokasi. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Panitia Lokal Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN Bandung siap menggelar ujian tulis berbasis gawai bersistem operasi Android. Panitia mengetes sistem beberapa kali dan melibatkan calon peserta ujian.

    "Hasil uji coba tidak ada masalah, yang terbaru 21 April lalu," kata Wakil Ketua II Panitia Lokal SBMPTN Bandung Arry Bainus kepada Tempo, Rabu, 2 Mei 2018.

    Baca: Pendaftar SBMPTN di Panitia Lokal Bandung Tahun Ini Melonjak

    Menurut dia, antusiasme pendaftar untuk ikut ujian tulis berbasis Android tinggi. Kuota sebanyak seribu kursi terisi penuh dalam waktu singkat. "Semula kami perkirakan hanya setengahnya," ucap Arry.

    Panitia, ujar dia, masih terus memantau kesiapan aplikasi tes, server, dan akses Wi-Fi. Ujian SBMPTN berbasis Android masuk kategori ujian tulis berbasis komputer.

    Simak: Sistem Penilaian SBMPTN Diubah, Begini Tiga Tahapannya

    Ujian dengan cara baru itu akan dilakukan di kampus Fakultas Kedokteran dan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Peserta diperbolehkan menggunakan ponsel pintar atau tablet untuk mengikuti ujian tulis serentak pada 8 Mei 2018.

    Arry mengingatkan peserta SBMPTN untuk menyiapkan powerbank dan alat pengisi baterai gawai. Panitia menyediakan sambungan setrum ke beberapa terminal listrik di ruangan, tapi tidak per meja yang dipakai peserta.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.