Terpidana Kasus E-KTP Irman dan Sugiharto Dipindah ke Sukamiskin

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa dugaan korupsi pengadaan E-KTP tahun angaran 2011-2012 Sugiharto (kiri) dan Irman (tengah) menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, 12 Juni 2017. Dalam sidang tersebut terdakwa Irman mengakui adanya catatan berisi rencana penyerahan uang kepada sejumlah anggota DPR. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Terdakwa dugaan korupsi pengadaan E-KTP tahun angaran 2011-2012 Sugiharto (kiri) dan Irman (tengah) menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, 12 Juni 2017. Dalam sidang tersebut terdakwa Irman mengakui adanya catatan berisi rencana penyerahan uang kepada sejumlah anggota DPR. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memindahkan dua terpidana kasus e-KTP, Irman dan Sugiharto, ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, hari ini.

    "Keduanya dieksekusi ke Lapas Sukamiskin, Bandung, untuk menjalani pidana sesuai putusan Mahkamah Agung," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018.

    KPK mengeksekusi kedua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri itu setelah status hukumnya inkrah pada tingkat kasasi. Mahkamah Agung memperberat hukuman Irman 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider delapan bulan kurungan.

    Baca juga: Sidang E-KTP, Irman Divonis 7 Tahun dan Sugiharto Divonis 5 Tahun

    Irman juga diwajibkan membayar uang pengganti US$ 500 ribu dan Rp 1 miliar dikurangi US$ 300 ribu seperti yang sudah dikembalikan. Adapun Sugiharto divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider delapan bulan kurungan.

    Hakim juga mewajibkannya membayar uang pengganti US$ 450 ribu dan Rp 460 juta dikompensasikan dengan uang yang telah dikembalikan kepada KPK US$ 430 ribu dan satu unit mobil Honda Jazz senilai Rp 150 juta.

    Pada pengadilan tingkat pertama, hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis Irman tujuh tahun dan Sugiharto lima tahun penjara. Keduanya dinyatakan bersalah karena turut merugikan negara dalam kasus e-KTP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.