Demo Tolak Bandara NYIA Rusuh, Polisi Tangkap 69 Orang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekelompok massa membakar kantor polisi di pertigaan UIN Sunan Kalijaga Yogya dalam unjuk rasa menolak bandara baru, 1 Mei 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Sekelompok massa membakar kantor polisi di pertigaan UIN Sunan Kalijaga Yogya dalam unjuk rasa menolak bandara baru, 1 Mei 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap 69 peserta aksi unjuk rasa menolak proyek Bandara New Yogyakarta International Airport atau Bandara NYIA, yang berakhir rusuh, Selasa sore, 1 Mei 2018.

    "Ada 69 orang kami amankan dalam aksi itu. Sekarang masih kami periksa," ujar juru bicara Polda DIY Ajun Komisaris Besar Polisi Yulianto kepada Tempo.

    Yulianto merinci mereka yang ditangkap seluruhnya berasal dari berbagai elemen mahasiswa. "Massa aksi yang ditangkap saat ini terdiri dari 59 laki-laki dan 10 orang perempuan," ucapnya.

    Baca juga: Pembebasan Lahan Bandara Kulon Progo Tuntas Akhir Bulan Ini

    Aksi menolak pembangunan Bandara NYIA yang dilakukan bersamaan dengan Hari Buruh atau May Day itu berakhir rusuh. Satu pos polisi di lokasi unjuk rasa di depan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dibakar massa. Beberapa rambu lalu lintas juga rusak.

    Menurut Yulianto, aksi menolak Bandara NYIA itu tak dilaporkan ke kepolisian setempat, juga tidak ada pemberitahuan lebih dulu.

    "Aksi mengakibatkan pos polisi lalu lintas yang ada di pertigaan UIN Sunan Kalijaga terbakar oleh peserta aksi," tuturnya.

    Polisi menduga kuat aksi yang berujung rusuh itu sudah dipersiapkan. "Massa aksi sudah menyiapkan molotov," kata Yulianto.

    Mengenai ancaman hukuman untuk para peserta aksi penolak Bandara NYIA Kulon Progo itu, Yulianto mengatakan masih menunggu perkembangan pemeriksaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.