Terima Wapres Iran, Jokowi Banggakan Jumlah Menteri Perempuan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imam Besar Al Azhar, Ahmad Muhammad Ath-Thayeb (kiri), disaksikan Presiden Jokowi (tengah) dan Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Din Syamsuddin (kanan) menyampaikan paparan ketika pembukaan KTT tentang Wasathiyah Islam di Istana Bogor, 1 Mei 2018. ANTARA/Wahyu Putro A

    Imam Besar Al Azhar, Ahmad Muhammad Ath-Thayeb (kiri), disaksikan Presiden Jokowi (tengah) dan Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Din Syamsuddin (kanan) menyampaikan paparan ketika pembukaan KTT tentang Wasathiyah Islam di Istana Bogor, 1 Mei 2018. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima kunjungan kehormatan Wakil Presiden Bidang Perempuan dan Keluarga Republik Islam Iran Masoumeh Ebtekar di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa, 1 Mei 2018. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyinggung pemberdayaan peran perempuan di segala bidang.

    Pada awal pertemuan, Jokowi menekankan pentingnya mempromosikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin atau menjadi rahmat bagi alam semesta. "Dalam kaitan inilah, Indonesia menginisiasi Konsultasi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Muslim tentang Wasatiyyat Islam," ucap Jokowi, seperti dilansir keterangan tertulis dari Biro Pers Sekretaris Presiden, Selasa, 1 Mei 2018.

    Baca: Jokowi Dorong Lahirnya Poros Wasatiyyat Islam Dunia

    Jokowi menuturkan pemahaman wasatiyyat Islam, terutama terkait dengan toleransi, sangat penting. Dia menekankan pentingnya konsep tersebut dalam mempererat ukhuwah Islamiah serta menanggulangi penyebaran paham radikal.

    Dalam pertemuan itu, Jokowi juga menyinggung langkah Indonesia yang terus berupaya dalam pemberdayaan peran perempuan di segala bidang. Dia menyebutkan rasio pejabat perempuan di jajaran kabinetnya.

    "Di kabinet yang saya pimpin terdapat delapan menteri perempuan, di DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) terdapat 97 legislator perempuan, di lembaga peradilan terdapat 1.900 hakim perempuan. Sedangkan di bidang ekonomi, terdapat lebih dari 15 juta pengusaha perempuan," ujarnya.

    Baca juga: Jokowi Ingin Negara Muslim Banyak Berinvestasi di Indonesia

    Kedua pejabat negara itu juga membahas potensi kerja sama bilateral. Jokowi berharap kerja sama bilateral, termasuk di bidang pemberdayaan perempuan, dapat ditingkatkan. 

    Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, serta Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban, Din Syamsuddin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.