Jokowi dan Imam Besar Al Azhar Santap Siang di Kebun Raya Bogor

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyambut Imam Besar Al Azhar Muhammad Ath-Thayyib di Istana Merdeka, Jakarta, 30 April 2018. Kedatangan Imam Besar Al-Azhar ini sebagai langkah awal dari rencana Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia yang akan digelar di Bogor, Jawa Barat, pada 1-3 Mei 2018.  ANTARA/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo menyambut Imam Besar Al Azhar Muhammad Ath-Thayyib di Istana Merdeka, Jakarta, 30 April 2018. Kedatangan Imam Besar Al-Azhar ini sebagai langkah awal dari rencana Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia yang akan digelar di Bogor, Jawa Barat, pada 1-3 Mei 2018. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjamu sejumlah delegasi High Level Consultation of World Muslim Scholars on Wasatiyyat Islam (HLC-WMS) di Grand Garden, Kebun Raya Bogor, Selasa siang, 1 Mei 2018.

    Acara makan siang itu digelar seusai pembukaan Konsultasi Tingkat Tinggi Muslim Dunia. Salah satu delegasi yang santap siang bersama Jokowi adalah Grand Syeikh Al Azhar Prof Dr Ahmad Muhammad Ath-Thayeb. Ada pula Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar.

    Baca: Jokowi Dorong Lahirnya Poros Wasatiyyat Islam Dunia

    Hidangan yang disajikan merupakan makanan tradisional Indonesia. Tahu isi udang dan sop buntut disajikan sebagai makanan pembuka. Adapun untuk makanan utama disediakan beberapa pilihan, antara lain nasi goreng nanas, nasi putih, karedok, rendang, udang telur asin, ayam Taliwang, aneka sate, dan oseng-oseng sayur.

    Di akhir, kudapan pisang goreng dan potongan buah segar disajikan sebagai penutup. Minuman manis es cendol pun turut disajikan di samping kopi dan teh.

    Baca juga: Jokowi Ingin Negara Muslim Banyak Berinvestasi di Indonesia 

    Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar-Agama dan Peradaban, Din Syamsuddin.

    Sebelum santap siang, Jokowi bersama undangan lain melaksanakan ibadah salat zuhur. Salat dipimpin Imam Besar Masjidil Haram Saleh Abdullah M. Bin Himeid.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.