Korupsi Bupati Mojokerto, KPK Geledah Rumah Eks Wabup Malang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan, Jakarta, 30 April 2018. Mustofa resmi ditahan sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi menerima gratifikasi dan suap sebesar Rp 2,7 miliar dalam perizinan pembangunan menara telekomunikasi (Base Transceiver Station) di Kabupaten Mojokerto tahun 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan, Jakarta, 30 April 2018. Mustofa resmi ditahan sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi menerima gratifikasi dan suap sebesar Rp 2,7 miliar dalam perizinan pembangunan menara telekomunikasi (Base Transceiver Station) di Kabupaten Mojokerto tahun 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah puluhan lokasi untuk mengusut kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa sebagai tersangka. Salah satu tempat yang digeledah KPK yaitu rumah mantan Wakil Bupati Malang Achmad Subhan.

    "Salah satunya rumah SB, Wakil Bupati Malang 2010-2015 di Malang," kata Juru bicara KPK Febri Diansyah lewat keterangan pers, Selasa, 1 Mei 2018.

    Baca juga: Selain Bupati Mojokerto, KPK Juga Menetapkan 3 Tersangka Lain

    Dalam pengusutan kasus ini, KPK telah menggeledah total 31 lokasi yang ada di Kabupaten Mojokerto, Malang dan Surabaya pada 23-27 April 2018. Tempat yang digeledah terdiri dari 20 kantor dinas di lingkungan Pemkab Mojokerto, 4 perusahaan dan 7 rumah milik para tersangka dan saksi.

    Dari penggeledahan itu, KPK menyita sejumlah dokumen terkait izin pembangunan menara telekomunikasi. Selain itu KPK juga menyita uang Rp 4 miliar dan 13 kendaraan milik Mustofa.

    Ketiga belas kendaraan milik Mustofa yang disita terdiri dari lima jetski, enam mobil dan dua motor. Enam mobil itu di antaranya dua Toyota Innova, Subaru, Honda CRV, Range Rover dan Daihatsu pick up.

    Baca juga: KPK Sita Uang Rp 4 Miliar dan 13 Kendaraan Milik Bupati Mojokerto

    Dalam perkara korupsi di Mojokerto, KPK menyangka Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa telah menerima suap dan gratifikasi. Mustofa disangka menerima uang suap sejumlah Rp 2,7 miliar dalam pemberian izin pembangunan menara telekomunikasi di Mojokerto tahun 2015.

    Mustofa disangka menerima uang itu dari dua perusahaan yaitu PT Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Group) dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Dua pejabat perusahaan itu yakni Ockyanto dan Onggo Wijaya telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.