Hari Buruh, Amien Rais Sobek-sobek Topeng Tenaga Kerja Asing

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dewan Pembina Partai PAN Amien Rais menghadiri deklarasi pasangan calon Gubernur Riau Syamsuar - Edy Natar Nasution di Pekanbaru, Riau, 7 Januari 2018. Amien berpesan kepada kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung partai Koalisi PAN, NasDem dan PKS itu merangkul semua kepentingan golongan.  Tempo/Riyan Nofitra

    Dewan Pembina Partai PAN Amien Rais menghadiri deklarasi pasangan calon Gubernur Riau Syamsuar - Edy Natar Nasution di Pekanbaru, Riau, 7 Januari 2018. Amien berpesan kepada kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung partai Koalisi PAN, NasDem dan PKS itu merangkul semua kepentingan golongan. Tempo/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan PAN Amien Rais muncul di tengah-tengah pengunjuk rasa buruh yang berkumpul di depan Gedun DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 1 Mei 2018. Amien Rais berorasi menyoroti banyaknya tenaga kerja asing atau TKA yang saat ini berada di Indonesia.

    "Tenaga kerja Indonesia saja masih kebingungan dalam bekerja, tapi berbondong-bondong buruh kasar asing didatangkan kesini," kata dia di depan gedung DPR, Selasa, 1 Mei 2018. Tenaga kerja asing tersebut, kata Amien Rais, bisa mencapai ratusan ribu.

    Baca juga: Soal Pernyataan Amien Rais, PDIP: Keputusan Ada di Ketua Umum PAN

    Selain itu, Amien Rais juga menyobek-nyobek topeng dengan wajah tenaga kerja asing. "Sobek-sobek topeng negara asing ini," kata dia. Para pengunjuk rasa mengikuti Amien Rais dengan berteriak dan menyobek-nyobek topeng tenaga kerja asing tersebut.

    Dalam unjuk rasa tersebut, sekitar 15 ribu buruh yang berasal dari Jabodetabek memenuhi halaman luar gedung DPR MPR. Para buruh menuntut tiga hal dalam May Day ini.

    Baca juga: Amien Rais Puas Ulama PA 212 Bertemu Presiden Jokowi

    Pertama mereka menolak ada Perpres Nomor 20 tahun 2018 tentang tenaga kerja asing. Kedua, meminta pemerintah merevisi peraturan UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Terakhir, mereka menolak adanya PP Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.