May Day, Buruh di Yogyakarta Serukan Sembako Perjuangan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buruh dari serikat KASBI menggelar aksi unjuk rasa di Pengadilan Hubungan Industrial, Bandung, Jawa Barat, 16 April 2018. Mereka menggelar aksi selama persidangan terkait penolakan gugatan PT Adhimix Precast Indonesia yang dianggap melanggar tindak pidana tentang upah. TEMPO/Prima Mulia

    Buruh dari serikat KASBI menggelar aksi unjuk rasa di Pengadilan Hubungan Industrial, Bandung, Jawa Barat, 16 April 2018. Mereka menggelar aksi selama persidangan terkait penolakan gugatan PT Adhimix Precast Indonesia yang dianggap melanggar tindak pidana tentang upah. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Serikat buruh di Yogyakarta menyerukan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) Perjuangan kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemerintah Pusat sebagai isu utama dalam menyambut peringatan hari buruh sedunia atau May Day yang jatuh 1 Mei. Sembako Perjuangan itu berisi sembilan poin tuntutan untuk perbaikan nasib buruh.

    “Poin pertama soal penerapan upah minimum sektoral di DIY,” ujar juru bicara Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DI Yogyakarta Irsad Ade Irawan, Senin, 30 April 2018.

    Baca: Polri: 20 Ribu Personel Dikerahkan Jaga May Day di Jakarta

    Kedua, mendesak Pemda DIY dan Pemerintah Pusat segera membangun perumahan buruh yang layak dan terjangkau di DIY.

    Ketiga, pemerintah menambah pendapatan masyarakat di luar upah resmi buruh dengan cara memberikan suntikan dana usaha bagi koperasi-koperasi yang dikelola oleh serikat buruh di DIY, serta memberikan insentif dana usaha bagi keluarga buruh yang mempunyai usaha skala kecil.

    Keempat, mewujudkan amanat Undang-undang Keistimewaan DIY dengan cara memberikan sebagian tanah Kasultanan dan Kadipaten untuk lokasi pendirian perumahan buruh yang terjangkau. “Menjadikan sebagian tanah Kasultanan dan Kadipaten untuk kawasan perhutanan sosial yang bisa dikelola masyarakat buruh yang tinggal di sekitar kawasan hutan,” ujarnya.

    Poin kelima, pemerintah daerah mengawasi penerapan dan pelaksanaan struktur skala upah. “Pemerintah juga harus segera mencabut PP 78/2015 dan Peratutarn Presiden Tenaga Kerja Asing yang merugikan pekerja Indonesia,” ujar Irsad.

    Baca: Polisi Tak Dibekali Senjata Api Amankan May Day

    Poin ketujuh, pemerintah mesti segera melakukan perbaikan layanan jaminan sosial. Sedangkan poin ke delapan buruh Yogya mendesak penghapusan sistem kontrak, outsourching, dan pemagangan yang dinilai amat merugikan.

    “Kesembilan, wujudkan hak berserikat dengan penghentian intimidasi dan kriminalisasi terhadap aktivis serikat pekerja agar hak berserikat terwujud,” ujarnya.

    Sekretaris Alinsi Buruh Yogyakarta Kirnadi menuturkan pada peringatan Hari Buruh sedunia 1 Mei 2018 seruan Sembako Perjuangan ini juga akan digemakan melalui aksi turun ke jalan. “Kami akan menggelar aksi dengan 300 massa melintasi Jalan Malioboro hingga Alun-Alun Utara,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.