Polri: 20 Ribu Personel Dikerahkan Jaga May Day di Jakarta

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) bersama Gerakan Buruh untuk Rakyat (Gebrak) melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta Pusat, 9 Desember 2017. Dalam aksinya mereka menggugat pembangunan gaya Jokowi karena kebijakan pembangunan Pemerintah mengorbankan hak-hak rakyat, diantaranya hak demokrasi, kesejahteraan, dan hak atas tanah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ratusan Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) bersama Gerakan Buruh untuk Rakyat (Gebrak) melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta Pusat, 9 Desember 2017. Dalam aksinya mereka menggugat pembangunan gaya Jokowi karena kebijakan pembangunan Pemerintah mengorbankan hak-hak rakyat, diantaranya hak demokrasi, kesejahteraan, dan hak atas tanah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI akan mengerahkan sebanyak 20 ribu personel untuk menjaga Hari Buruh Sedunia atau May Day pada Selasa, 1 Mei 2018.

    "Jumlah itu termasuk personel yang mengatur lalu lintas dan pengawalan buruh masuk Jakarta," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto saat ditemui di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin, 30 April 2018.

    Baca: Kawal May Day, Polda Jabar Kerahkan 17.260 Personel Gabungan

    Seperti diketahui, setiap tanggal 1 Mei masyarakat memperingati Hari Buruh Sedunia. Setyo memperkirakan para buruh dari wilayah Banten dan Jawa Barat akan datang ke Jakarta besok.

    Dia menjelaskan Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jawa Barat, dan Banten akan saling berkoordinasi untuk pengamanan May Day besok.

    Lebih lanjut, Setyo mengatakan hari buruh tahun ini mempunyai tema agar para buruh bersenang-senang atau fun day. Sehingga dia melarang buruh yang melakukan aksi melakukan sweaping rekan buruh lain yang tidak ikut aksi.

    Baca: May Day, Serikat Pekerja Media Akan Suarakan Ini

    Adapun terkait jumlah massa gabungan dari tiga provinsi itu, Setyo mengatakan belum tahu pasti jumlahnya. Namun, dia mengingatkan agar para buruh untuk menjaga ketertiban umum dan mengganggu masyarakat lain. "Aksi harus sesuai aturannya, hanya sampai pukul 18.00," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.