Wapres: Beban yang Ditanggung Pemerintah Sangat Berat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bekasi:Wakil Presiden Hamzah Haz mengatakan, waktu lima bulan pemerintahannya bersama Presiden Megawati memang tergolong lama. Namun beban yang ditanggung pemerintahan ini sudah sangat berat. "Bagai kapal, sudah hampir tenggelam," kata Wapres saat memberi sambutan dalam acara "Gema Takbir, Dzikir, dan Silaturahmi Nasional" di Panti Asuhan Maulida Fitria, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/1) petang. Karena itu, sebetulnya pemerintah tanggap terhadap kritik yang datang. Namun Hamzah meminta agar kritik yang disampaikan itu lebih sehat. "Seperti makan pakai sambal saja, kalau sambalnya kebanyakan malah sakit perut," kata dia mengumpamakan disambut tawa hadirin. Persoalan itu, lanjut Hamzah, bukan saja memberatkan pemerintah, tapi juga telah memiskinkan rakyat. Pendapatan per kapita penduduk sebelum masa krisis yang masih rata-rata US$ 1 000 per tahun, setelah krisis merosot tinggal US$ 300 per kapita per tahun. Kemiskinan bukan hanya terjadi dalam hal ekonomi itu. Bangsa ini, kata Hamzah, juga sudah miskin budaya, sosial, hukum, dan politik. Kemiskinan itu menyebabkan tingginya tingkat konflik yang dilatari agama dan suku, rendahnya tingkat kebersamaan dan gotong royong, dan rendahnya pula penghormatan atas hukum. "Sehingga salah sedikit sudah main senjata," kata dia mencontohkan. Untuk itu, kunci utama untuk bangkit dari keadaan itu adalah kerjasama antara pemerintah dan rakyat dalam pembangunan. Pemegang peranan penting dalam hal itu adalah pemerintah daerah (Pemda), dalam kerangka otonomi daerah. Hamzah menyarankan Pemda memperhatikan pemberdayaan rakyat miskin. Demikian pula halnya terhadap pemberdayaan ekonomi kerakyatan. "Jadi rakyat yang berjualan jangan selalu digusur, tapi berilah perhatian," kata dia menyarankan. (Deddy Sinaga – Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.