Jaksa Ungkap Ada Tawaran Bikin Setya Novanto Jadi Gila

Reporter

Terdakwa mantan ketua DPR, Setya Novanto, menghadiri sidang dengan terdakwa Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 27 April 2018. Setya memberikan keterangan sebagai saksi kunci dalam kasus merintangi penyidikan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutarkan rekaman yang mengungkap adanya tawaran untuk membuat Setya Novanto menjadi gila. Setya ingin dibuat gila selama menjalani persidangan kasus korupsi e-KTP.

"Izin majelis ada komunikasi FY (Fredrich Yunadi) yang akan diperdengarkan ke saksi," kata jaksa KPK Takdir Suhan dalam sidang Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 27 April 2018. Adapun saksi yang dimaksud Takdir adalah Setya Novanto.

Baca: 5 Bantahan Setya Novanto dalam Sidang Bimanesh Sutarjo

Rekaman yang diputar jaksa memuat percakapan telepon antara mantan kuasa hukum Setya, Fredrich Yunadi dengan seorang bernama Victor. Rekaman diambil pada 18 Desember 2017 saat Fredrich sudah tidak menjadi kuasa hukum Setya.

"Pak Setnov selama ini kan dibilang orang berpura-pura (sakit). Kalau mau, ada temen saya, dia jago bikin orang jadi gila di sidang. Nanti habis itu cabut lagi dia gilanya. Ada di Bangka nih," kata Viktor kepada Fredrich.

Dapat penawaran itu, Fredrich hanya pasif mendengarkan. Namun, Viktor terus berusaha meyakinkan Fredrich.

"Kemarin itu saya bilang ke orangnya 'kamu benar yakin?' Dia bilang yakin nanti saya kirim hantu gunung. Nanti diperiksa pasti gila. Di Bangka itu buktinya," kata dia.

Baca: Setya Novanto Bantah Perintahkan Fredrich Pesan Kamar di RS

Viktor mengatakan ia memberikan tawaran itu karena kasihan kepada Setya. Dia mengatakan Setya sudah diperlakukan secara tidak adil. "Iya seperti binatang itu kan?" kata Fredrich menimpali.

Viktor melobi agar Fredrich mau menyampaikan penawarannya itu kepada keluarga Setya. Dia mengatakan sudah menghubungi istri Firman Wijaya-pengacara Setya yang baru.

Namun, Fredrich bilang Firman tidak dekat dengan keluarga mantan ketua DPR itu. "Dia tidak dekat. Firman kan pura-pura jadi anak buahnya Maqdir," kata Fredrich. Maqdir Ismail merupakan kuasa hukum Setya yang baru.

Viktor lalu bertanya alasan Fredrich mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Setya. Fredrich mengatakan mengundurkan diri karena tidak suka dengan Maqdir. "Saya enggak suka sama dia."

Viktor kemudian menyampaikan lagi penawarannya membuat Setya menjadi gila. Dengan begitu, kata Viktor, Fredrich bisa mengerjai Maqdir. "Kalau bagus, masuk, kan sidang ini kita kerjain dia. Nanti pasti bisa sembuh lagi," kata Viktor.

Usai memutar rekaman, jaksa KPK bertanya apakah Setya mengenali suara tersebut. Setya menjawab tidak terlalu mengenal suara itu. Dia berkata kalau Fredrich yang telepon, suara kumisnya pasti kedengaran. "Kalau di telepon kan kumisnya kedengaran," kata Setya Novanto.






Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

21 hari lalu

Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

Rekam jejak DPR, sudah beberapa anggota DPR yang dilaporkan kepada MKD. Setelah Setya Novanto dan Harvey Malaiholo, ada Puan dan Effendi Simbolon.


Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

55 hari lalu

Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

Tak semua orang yang mengajukan sebagai Justice Collaborator diterima. Berikut beberapa orang yang pernah ditolak permohonannya.


Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

Satgas BLBI menyatakan aset milik Bank Aspac yang disita mencapai Rp 2 triliun.


Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

Satgas BLBI menyita aset obligos PT Bank Aspac di Bogor hari ini. Satu dari dua pemilik bank tersebut merupakan besar mantan Ketua DPR Setya Novanto.


Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

15 Mei 2022

Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

Kedua obligor BLBI ini menggugat Kementerian Keuangan dan meminta pengadilan menyatakan mereka bukan penanggung utang Bank Aspac.


KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

21 Maret 2022

KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

KPK melanjutkan penyidikan kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Paulus Tannos.


KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

12 Maret 2022

KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

Alex mengatakan KPK perlu mengetahui tindak pidana muasal Setya Novanto yang sedang disidik Bareskrim.


Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

2 Maret 2022

Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

Dirjen Lapas membenarkan Setya Novanto sempat berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin.


KPK Tahan 2 Tersangka Korupsi E-KTP

3 Februari 2022

KPK Tahan 2 Tersangka Korupsi E-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.


KPK Sebut Tak Punya Akun NFT Jualan Foto Koruptor

19 Januari 2022

KPK Sebut Tak Punya Akun NFT Jualan Foto Koruptor

KPK menyatakan juga tidak pernah melakukan kegiatan bersifat komersial untuk memperoleh keuntungan, seperti membuat akun NFT.