Ada Spanduk Khilafah Berlogo PKS, Tifatul: Kerjaan Preman Bayaran

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spanduk Khilafah Islamiyah dengan logo Partai PKS di Depok. twitter.com

    Spanduk Khilafah Islamiyah dengan logo Partai PKS di Depok. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Spanduk besar bertuliskan “#2019 Membawa Misi Merubah Negara Demokrasi Menjadi Sistem Khilafah Islamiyah” berlogo Partai Keadilan Sejahtera atau PKS sempat terpasang di jembatan penyeberangan orang Depok Town Square, Jalan Raya Margonda, Depok, Jawa Barat, Jumat, 27 April 2018.

    Spanduk bernada khilafah juga terpasang di persimpangan Tugu Siliwangi, perbatasan Jalan Margonda dengan Jalan Raya Kartini, Depok. Spanduk tersebut bertuliskan #2019 Bersatu dalam Khilafah Islamiyah” dengan logo Hizbut Tahrir Indonesia.

    Baca juga: Kata Gerindra Soal Jokowi Jalin Komunikasi dengan PKS

    Ketua Fraksi PKS Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Depok Suparyono menegaskan, spanduk berlogo PKS yang terpasang di jembatan penyeberangan Depok Town Square-Margo City bukan milik PKS.

    "Sudah saya perintah untuk dicopot. Saya pastikan spanduk tersebut bukan produk PKS," ujar Suparyono di Balai Kota Depok, Jumat, 27 April 2018.

    "Itu jelas black campaign. Kami tidak pernah membuat atau memproduksi spanduk tersebut. Saya jamin seribu persen. Engak perlu lapor polisi," ucapnya.

    Di tempat yang sama, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, Imam Budi Hartono, menyatakan pihaknya sangat menyayangkan adanya spanduk yang mengatasnamakan PKS tersebut. "Ini tahun politik, jadi ada upaya ingin mendiskreditkan PKS. Kami tetap komit dengan NKRI," tuturnya.

    Baca juga: Sohibul Iman: Gol Tertinggi PKS Harus Cawapres Prabowo

    Politikus PKS, Tifatul Sembiring, ikut berkomentar di akun Twitter-nya soal spanduk tersebut. "He3x...Kerjaan preman2 bayaran, pasang poster beginian. Usaha sia2 menyudutkan PKS. Insya Allah, yg kayak2 gini sih nggak mempan,” cuit Tifatul pada pukul 19.07, Kamis, 26 April 2018.

    Pantauan Tempo, sekitar pukul 10.00 WIB, spanduk tersebut sudah tidak terpasang. Saat dikonfirmasi ke Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok Yayan Arianto mengatakan spanduk tersebut dicopot oleh pihaknya sekitar pukul 09.00 WIB. “Ya, kami yang mencopot, karena tak berizin,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.