Koalisi Partai Poros Jokowi dan Prabowo Belum Solid karena

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elektabilitas Jusuf Kalla dalam Pilpres 2019 (Farid Hardika)

    Elektabilitas Jusuf Kalla dalam Pilpres 2019 (Farid Hardika)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun melihat peluang terbentuknya poros ketiga pada Pilpres 2019 terbuka lebar. Alasannya, partai di koalisi Jokowi maupun Prabowo belum solid.

    Koalisi Jokowi belum terlihat solid lantaran sebagian besar partai menginginkan kadernya menjadi calon wakil presiden atau cawapres Jokowi. “Sampai sekarang Jokowi belum memutuskan setuju dengan itu (memilih cawapresnya),” kata Ubedilah saat dihubungi, Jumat, 27 April 2018.

    Baca: Mengapa Akar Rumput PPP Tak Solid ke Jokowi ?

    Jokowi diusung oleh PDI Perjuangan yang berkoalisis dengan Golkar, PPP, NasDem dan Hanura. Sedangkan, Prabowo diusung Gerindra dan PKS. Partai Demokrat, PAN dan PKB sampai saat ini belum menentukan sikapnya.

    PAN meski terlihat lebih dekat dengan Gerindra, tapi juga belum bisa dipastikan akan merapat. Alasannya, PAN memunculkan ketua umumnya Zulkifli Hasan untuk menjadi cawapres. Sehingga, kata Ubedilah, PAN belum bisa duduk bersama dengan PKS.

    Baca: Perayaan 20 Tahun PKS, Sohibul Iman Jemput ...

    Menurut dia, sejauh ini memang hanya ada dua koalisi besar yang terlihat akan bertarung kembali pada pemilu tahun depan. Namun, koalisi di dua poros besar itu belum terlihat satu warna. “Jadi masih bisa bertemu untuk membuat poros ketiga.”

    Keadaan, kata Ubaidillah sampai sekarang memang masih begitu cair. Namun, sejumlah manuver juga telah terlihat. Salah satunya langkah Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam satu kesempatan, SBY sempat melontarkan pernyataan akan menghadirkan pemimpin baru pada Pemilu 2019.

    “Pernyataan itu bisa dianggap untuk membuka ruang agar konsolidasi terjadi.”  Artinya, di internal Jokowi belum bersatu, di kubu Prabowo PAN juga masih menjadi masalah.

    Baca: Survei Kompas: Elektabilitas Prabowo dan Gatot ...

    Namun, Wakil ketua Gerindra Fadli Zon yakin PAN akan tetap bergabung dengan Gerindra bersama PKS untuk memenangkan pemilu tahun depan. Terkait calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo, kata dia, akan ada mekanisme partai yang menentukan, meski PKS saat ini telah menjaring sembilan nama untuk disodorkan. “Nanti akan diputuskan bersama.”

    Wakil Sekretaris Partai PDIP Ahmad Basarah berharap koalisinya tetap solid setelah Jokowi memutuskan siapa sosok yang akan mendampinginya. “Kalau Jokowi nanti sudah menentukan cawapres, harapan saya kompetisi cawapres ini berhenti.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.