Ombudsman: Arus Tenaga Kerja Asing Tiongkok Begitu Deras

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China menjalani pemeriksaan di Polsek Cigudeg, Bogor, 3 Agustus 2017. Ada 38 WNA yang diamankan untuk menjalani pemeriksaan dokumen, tetapi 14 WNA dilepaskan karena memiliki dokumen lengkap. Tempo/M Sidik Permana

    Puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China menjalani pemeriksaan di Polsek Cigudeg, Bogor, 3 Agustus 2017. Ada 38 WNA yang diamankan untuk menjalani pemeriksaan dokumen, tetapi 14 WNA dilepaskan karena memiliki dokumen lengkap. Tempo/M Sidik Permana

    TEMPO.CO, JakartaTenaga kerja asing asal Tiongkok yang bekerja di Tanah Air mendominasi TKA dari negara lain. "Arus TKA Tiongkok begitu deras, tiap hari masuk ke negeri ini," kata anggota Ombudsman RI Bidang Pengawasan Sumber Daya Alam, Tenaga Kerja, dan Kepegawaian, Laode Ida, di kantornya, Jakarta, Kamis, 26 April 2018.

    Temuan ini merupakan hasil investigasi mengenai permasalahan tenaga kerja asing di Indonesia.

    Dalam investigasi itu, Ombudsman menemukan banyak di antara para TKA yang bukan tenaga ahli, melainkan hanya pekerja kasar tanpa keahlian. "Sebagian dari mereka itu unskilled labour," ucapnya.

    Baca juga: DPR Tantang Ombudsman Buktikan Temuannya Soal Tenaga Kerja Asing

    Selain itu, Ombudsman menemukan bahwa banyak TKA yang bekerja tidak sesuai dengan bidang yang tercantum pada visa kerja dan izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA).

    Persoalan lain, belum terintegrasinya data di kementerian dengan pemerintah daerah mengenai jumlah, persebaran, dan alur masuk-keluar TKA di Indonesia. "Instansi-instansi tidak sinkron datanya mengenai tenaga kerja asing ini," tuturnya.

    Sedangkan dari sisi pengawasan, menurut dia, tim pengawasan orang asing (tim pora) terhadap tenaga kerja asing belum maksimal.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan belum maksimalnya pengawasan oleh tim pora, yakni ketidaktegasan tim pora terhadap pelanggaran di lapangan, keterbatasan jumlah anggota tim pora, dan lemahnya koordinasi antarinstansi, baik di pusat maupun daerah.

    Baca juga: Soal Isu Serbuan TKA, Jokowi: Inilah yang Namanya Politik

    Selain itu, Ombudsman RI menemukan banyak di antara tenaga kerja asing yang masih aktif bekerja, padahal masa berlaku IMTA sudah habis dan tidak diperpanjang.

    "Banyak juga TKA yang jadi buruh kasar. TKA telah jadi WNI tapi tidak punya izin kerja. Juga ada perusahaan pemberi kerja tidak dapat dipastikan keberadaannya," kata Laode Ida.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.