Hakim Setuju Memindahkan Fredrich Yunadi dari Rutan KPK

Reporter

Terdakwa merintangi penyidikan KPK, Fredrich Yunadi menunjukan bakpao dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 12 April 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi setuju memindahkan tempat penahanan Fredrich Yunadi. Mantan pengacara Setya Novanto itu dipindahkan ke Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur.

"Sudah, sudah dipenuhi. Suratnya saya akan ambil hari ini," kata dia saat istirahat persidangannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 26 April 2018.

Baca: Hakim Ketuk Palu Berkali-kali Hentikan Fredrich Yunadi Bicara

Hakim memenuhi permintaan Fredrich, setelah pengacara itu memohon pemindahan tahanan. Hal itu disampaikannya dalam dua sidang yang berbeda. Dia meminta hakim memindahkannya ke tahanan Kepolisian Daerah Metro Jaya atau Kepolisian Resor Jakarta Pusat.

Fredrich beralasan pihak Rutan Kelas 1 Cabang KPK-tempatnya ditahan sejak 13 Januari 2018-tidak mengizinkannya membawa obat penenang jenis Alganax ke dalam Rutan. "Obat saya itu ditahan dan itu berbahaya bagi nyawa saya," kata Fredrich.

Jaksa KPK sempat membantah tudingan Fredrich. Jaksa KPK Roy Riadi mengatakan pihak rutan hanya membatasi akses obat Alganax. Obat itu, kata dia, diberikan kepada Fredrich secara bertahap. "Karena obat itu tergolong keras Yang Mulia. Kalau persediaan obat terdakwa habis pasti akan kami berikan," kata dia.

Baca: Cerita Fredrich Yunadi Kena Saraf Kejepit dan Kerokan di Penjara

Meski begitu, hakim akhirnya setuju memindahkan Fredrich Yunadi. Meski dipindah ke rutan yang tidak sesuai permintaannya, bekas pengacara Setya Novanto itu mengatakan tidak masalah. "Asal tidak ditahan di Rutan KPK. Titik," kata dia.






Usaha Menyangkal Korupsi, Hilang Ingatan hingga Bawa Nama Tuhan

27 September 2021

Usaha Menyangkal Korupsi, Hilang Ingatan hingga Bawa Nama Tuhan

Berbagai cara dilakukan untuk menyangkal tuduhan korupsi, mulai dari membawa nama-nama tuhan hingga mengaku hilang ingatan,


Setya Novanto Digugat Bekas Kuasa Hukumnya Rp 2,25 Triliun

7 November 2020

Setya Novanto Digugat Bekas Kuasa Hukumnya Rp 2,25 Triliun

Fredrich menuding Setya Novanto belum membayar jasanya selama menjadi pengacara terpidana kasus korupsi proyek e-KTP itu.


Mantan Pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi Ajukan Peninjauan Kembali

24 Oktober 2020

Mantan Pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi Ajukan Peninjauan Kembali

Fredrich Yunadi mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dalam perkara menghalang-halangi pemeriksaan mantan Ketua DPR Setya Novanto


KPK Ajukan Kasasi atas Putusan Banding Fredrich Yunadi

22 Oktober 2018

KPK Ajukan Kasasi atas Putusan Banding Fredrich Yunadi

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta kemudian menguatkan putusan Pengadilan Tipikor terhadap Fredrich Yunadi dengan hukuman 7 tahun penjara.


Fredrich Yunadi Ajukan Kasasi Perkaranya ke Mahkamah Agung

13 Oktober 2018

Fredrich Yunadi Ajukan Kasasi Perkaranya ke Mahkamah Agung

Fredrich Yunadi menyatakan tak menerima putusan pengadilan tinggi yang menguatkan putusan di tingkat pertama, yakni 7 tahun penjara.


Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 7 Tahun Penjara Fredrich Yunadi

10 Oktober 2018

Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 7 Tahun Penjara Fredrich Yunadi

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tetap menghukum pengacara Fredrich Yunadi 7 tahun penjara dalam kasus merintangi penyidikan korupsi e-KTP.


KPK Ajukan Banding Atas Vonis 7 Tahun Fredrich Yunadi

8 Juli 2018

KPK Ajukan Banding Atas Vonis 7 Tahun Fredrich Yunadi

KPK mengajukan banding atas vonis 7 tahun kepada bekas pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.


Sampai Kasasi Bakal Dilakoni Fredrich Yunadi Demi Vonis Bebas

29 Juni 2018

Sampai Kasasi Bakal Dilakoni Fredrich Yunadi Demi Vonis Bebas

Fredrich Yunadi mengatakan dirinya harus bebas murni.


Divonis 7 Tahun Penjara, Fredrich Yunadi Ajukan Banding

28 Juni 2018

Divonis 7 Tahun Penjara, Fredrich Yunadi Ajukan Banding

Fredrich Yunadi divonis 7 tahun penjara.


Divonis 7 Tahun, Fredrich Yunadi: Ini Hari Kematian Advokat

28 Juni 2018

Divonis 7 Tahun, Fredrich Yunadi: Ini Hari Kematian Advokat

Majelis hakim Pengadilan Tipikor menghukum Fredrich Yunadi 7 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan.