Menteri Agama Minta Amien Rais Jelaskan Ustazah Sisipkan Politik

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kanan) bersama Plt Ketua Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu (kiri) meninggalkan Istana Bogor usai mengikuti rapat terbatas tentang pengelolaan dana haji di Bogor, Jawa Barat, 26 April 2018. Pemerintah memastikan pengelolaan dana haji harus memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, serta prinsip syariat Islam. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kanan) bersama Plt Ketua Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu (kiri) meninggalkan Istana Bogor usai mengikuti rapat terbatas tentang pengelolaan dana haji di Bogor, Jawa Barat, 26 April 2018. Pemerintah memastikan pengelolaan dana haji harus memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, serta prinsip syariat Islam. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Bogor - Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin menyarankan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais menjelaskan maksud ucapannya yang meminta ustazah menyisipkan politik dalam pengajian. "Sebaiknya Pak Amien Rais menjelaskan apa yang dimaksud politik itu," kata Lukman di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 26 April 2018.

    Lukman menuturkan politik yang dimaksud Amien Rais  bisa saja mengenai politik dalam pengertian yang substantif. Misalnya, yang berkaitan dengan penegakan keadilan, kejujuran, pemenuhan hak-hak dasar manusia, perlindungan hak asasi manusia, dan mencegah kemungkaran.

    Baca: Amien Rais Sebut Manuver Politik Zulkifli Hasan Cuma Sandiwara

    "Yang hakekatnya itu adalah nilai-nilai universal dari ajaran agama. Itulah politik dalam pengertiannya yang substantif. Maka kalau yang kaitannya dengan ini di setiap umat beragama untuk memperjuangkan itu," ujarnya.

    Adapun pembahasan politik yang harus dihindari, kata Lukman, adalah politik dalam pengertian praktis pragmatis. Pembahasan politik pragmatis di tempat ibadah harus dicegah. Pasalnya, ujar Lukman, semua jemaah memiliki aspirasi politik yang berbeda-beda. Ketika rumah ibadah dijadikan tempat untuk memperbincangkan politik praktis pragmatis malah akan menimbulkan sengketa atau konflik di antara jamaah itu sendiri.

    Simak: Pengamat Nilai Amien Rais Bawa Balai Kota Jadi Poros Lawan Istana

    "Oleh karenanya harus clear dulu. Apa yang dimaksud membicaraka politik. Yang dihindari itu kalau politik praktis pragmatis. Misalnya contohnya pilihlah si A jangan pilih si B. Pilihlah partai A jangan pilih partai si B. Sudah menyebut nama, sudah menyebut partai. Pilihlah presiden A jangan capres yang, itu sudah politik praktis. Dan itu sudah akan membelah umat," kata Lukman.

    Jika politik praktis pragmatis diperbincangkan di tempat ibadah, Lukman khawatir bisa meruntuhkan sendi-sendi berbangsa dan bernegara secara langsung dan menyebabkan pertikaian di antara umat beragama. "Dan ketika umat beragama itu bertikai di dalam rumah ibadah masing-masing, maka runtuhlah sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara," ucapnya.

    Amien Rais 
    sebelumnya meminta ustazah menyisipkan politik dalam pengajian. Amien menyampaikan hal itu di Balai Kota DKI saat peringatan satu tahun Ustazah Peduli Negeri. Amien Rais juga sempat menunjuk ke arah foto Presiden Joko Widodo. Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini menyampaikan bahwa elektabilitas Jokowi sudah menurun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?