Amien Rais: Saya Sudah Keliling, Umat PAN di Bawah Emoh Jokowi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Amien Rais berbicara kepada wartawan di rumahnya, Sleman, 6 November 2014. TEMPO/Muh Syaifullah

    Politikus Amien Rais berbicara kepada wartawan di rumahnya, Sleman, 6 November 2014. TEMPO/Muh Syaifullah

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengatakan partainya tidak akan mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden (capres). "Saya sudah keliling, umat PAN di bawah emoh Jokowi. Titik," kata Amien seusai menemui pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis, 26 April 2018.

    Amien menuturkan, sebagai pendiri partai, dia lebih mengetahui kemauan kader partainya. Apalagi, dia mengaku telah berkeliling mendengar aspirasi kadernya. Menurut Amien manuver Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai hanya sandiwara.

    Baca: Pengamat Nilai Amien Rais Bawa Balai Kota Jadi Poros Lawan Istana

    Sebab, kata Amien, tidak ada opsi bagi PAN untuk mendukung Jokowi sebagai capres. "Saya pendiri partai. Saya lebih tahu dari Pak Zul. Mustahil mendukung Jokowi," katanya.

    Menurut Amien capres yang paling ideal adalah Prabowo Subianto. Ia menilai kemampuan Prabowo melebihi kandidat lain. Untuk itu, Jokowi perlu mencari cawapres yang bisa mengerek namanya. "Jokowi mencari cawapres yang bisa nendang," ujarnya.

    Simak: Amien Rais akan Terima Hasil Pilpres 2019, Syaratnya

    Amien Rais memprediksi pemilu tahun depan akan menjadi tanding ulang antara Jokowi dengan Prabowo. "Buat gambaran tentang pilpres nanti, kira-kira siapa yang akan menjadi penangtang paling kuat. Berdasarkan bacaan saya ditambah instuisi, akan ada tanding ulang Jokowi dan Prabowo. 2019 akan ada pergantian presiden," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.