Menteri Agama: Persiapan Ibadah Haji Mendekati Final

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) saat menyampaikan keterangan terkait penetapan hasil Sidang Isbat Hari Raya Idul Fitri 1438 H di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, 24 Juni 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) saat menyampaikan keterangan terkait penetapan hasil Sidang Isbat Hari Raya Idul Fitri 1438 H di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, 24 Juni 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bogor - Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan persiapan penyelenggaraan haji tahun ini, mulai dari penginapan, transportasi, dan katering sudah hampir rampung.

    "Prinsipnya berbagai persiapan selama di tanah suci itu Alhamdulillah sudah mendekati final," kata Lukman di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Kamis, 26 April 2018.

    Untuk urusan penginapan, Lukman mengatakan bahwa pemerintah sudah menyewa 165 hotel dengan standar minimal bintang tiga, untuk menampung sekitar 204 ribu jamaah haji Indonesia. Pemerintah saat ini hanya perlu menuntaskan kontrak-kontrak penyewaannya.

    Baca: Saudia Airlines Siap Terbangkan 110 Ribu Jemaah Haji Indonesia

    Sementara penginapan di Madinah, Lukman menuturkan bahwa pemerintah menggunakan dua pendekatan sewa, yaitu sewa penuh selama musim haji dan blocking time. "Full musim sudah kita sewa seluruhnya tinggal sekarang menyelesaikan yang blocking time. Tapi, secara keseluruhan hotel-hotel standarnya adalah bintang tiga, lalu tidak boleh lebih dari lima orang per kamar. Itu sudah sesuai dengan harapan," ujarnya.

    Di Mekah, jarak terdekat hotel dengan Masjidil Haram adalah 708 meter. Sedangkan jarak terjauh mencapai sekitar 4,4 kilometer.

    Baca: Adakan Ratas, Jokowi Minta Laporan Pengelolaan Dana Haji

    Urusan katering dan transportasi, Lukman mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan sejumlah kontrak dengan penyedia di sana. Khusus masalah katering, jemaah akan mendapatkan 40 kali makan selama menjalani ibadah haji.

    Selain itu, Lukman mengungkapkan sudah berkonsultasi dengan ahli gizi dan kesehatan agar cita rasa makanan berada pada titik moderat, yaitu bisa diterima semua orang. bisa melindungi pencernaan jamaah.

    Ia mengakui bahwa rasa makanan memang selalu menjadi persoalan katering haji dari tahun ke tahun. Sebab, masyarakat Indonesia memiliki lidah yang terbiasa dengan makanan yang berbumbu. "Nah, oleh karenanya kami Kementerian Agama harus sampai pada titik yang semoderat mungkin. Kepedasannya, keasinannya, keasamannya, manisnya, itu semua harus pada titik moderat," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.