Jabar Raih Parasamya Purnakarya Nugraha

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapatkan penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden Republik Indonesia, Rabu, 25 April 2018.

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapatkan penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden Republik Indonesia, Rabu, 25 April 2018.

    INFO JABAR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi satu-satunya pemerintah provinsi dengan kinerja tertinggi nasional selama tiga tahun berturut-turut, 2014, 2015, dan 2016. Karena itu, Jawa Barat berhak mendapatkan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 24/TK tahun 2018 merupakan tanda kehormatan tertinggi dalam pelaksanaan pembangunan.

    "Pertama, tentu bersyukur kepada Allah. Pada saat yang sama, saya nyatakan ini prestasi bersama, ini penghargaan untuk semua masyarakat Jawa Barat, untuk semua stakeholder pembangunan," kata Aher sapaan akrab Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, setelah menerima penghargaan tersebut dari Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, 25 April 2018.

    Aher juga menuturkan penghargaan yang diraihnya merupakan sebuah tanggung jawab yang telah terselesaikan. "Kemudian dinilai keberhasilannya, ada penghargaan, penghargaan kan di ujung dan harus memicu prestasi lain, kinerja lain, itu maknanya," ujarnya.

    Terkait dengan dia yang akan habis masa jabatan sebagai Gubernur Jawa Barat Periode 2013-2018, Aher menyatakan kiprahnya ke depan dalam memajukan bangsa pada umumnya dan Jawa Barat khususnya, akan terus diusahakan. Baik secara formal lewat jalur pemerintahan ataupun secara informal dengan sistem di luar pemerintahan.

    "Itu harus kita laksanakan, kita tidak boleh berhenti berkarya. Jadi, justru kita akan dinilai siapa pun karena karya kita, karena manfaat yang dirasakan masyarakat," ucap Aher.

    "Saya punya teori kesalehan sosial. Jadi, kesalehan sosial atau ketakwaan sosial itu adalah saat seseorang hadir di tengah masyarakat dan masyarakat yang hadir di sekitarnya merasakan manfaat kehadiran saya. Sekarang saya hadir sebagai gubenur. Mudah-mudahan prestasi sosial kita menjadi baik juga di mata Allah," tuturnya.

    Menurut Aher, dari janji-janji gubernur saat kampanye, maupun yang termaktub di RPJMD, Pemerintah Pusat menilai keseluruhannya terpenuhi lebih dari 90 persen.

    Tentu disamping itu, ada hal-hal baru yang berkembang dan tidak masuk di RPJMD. Misalnya, pengembangan Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu, yang dengan penuh rasa syukur akhirnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat berhasil mengorbitkan Nasional Geopark tersebut menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). "Itu di luar janji gubernur yang terlaksana dan sukses," katanya.

    Pesan untuk gubernur selanjutnya, ucap Aher, tidak pernah ada seseorang yang bisa menyelesaikan segalanya, tidak pernah ada satuan waktu yang bisa menyelesaikan segalanya. Periodesasi jabatan 5 tahun, 10 tahun, tidak mungkin cukup untuk menyelesaikan segalanya. Artinya, tidak mungkin berbagai macam persoalan diselesaikan sendirian.

    "Saya selalu menghormati masa lalu, karena saya melanjutkan yang sudah dibuat pendahulu saya. Kemudian sebagaimana saya menghormati dan melanjutkan pendahulu saya, kami berharap pasangan calon terpilih untuk juga melanjutkan apa yang kami capai sekarang," ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.