SBY Mengenang Tragedi Situ Gintung yang Terjadi Saat Pilpres 2009

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Simpatisan melakukan foto bersama Susilo Bambang Yudhoyono saat Kampanye Terbuka Partai Demokrat di Lapang Talaga Mulya, Karawang, Jawa Barat. (21/3). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Simpatisan melakukan foto bersama Susilo Bambang Yudhoyono saat Kampanye Terbuka Partai Demokrat di Lapang Talaga Mulya, Karawang, Jawa Barat. (21/3). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengenang kembali peristiwa bencana jebolnya tanggul Situ Gintung pada Maret 2009.

    "Karena kita sedang berada di Situ Gintung, saya mengajak, marilah sejenak kita mengheningkan cipta untuk menghormati arwah saudara-saudara yang menjadi syuhada waktu itu karena musibah," ucap SBY saat mengunjungi Situ Gintung, sebagaimana tertulis dalam siaran pers yang diterima Antara Jakarta, Kamis, 26 April 2018.

    SBY mengatakan tidak akan pernah lupa peristiwa yang telah merenggut seratus lebih korban jiwa akibat jebolnya tanggul Situ Gintung tersebut. Peristiwa itu terjadi bertepatan dengan masa kampanye calon presiden 2009.

    Baca juga: Penanganan Jangka Panjang untuk Situ Gintung

    Saat musibah itu terjadi, ujar SBY, ia dalam perjalanan dari Bandung menuju Jakarta. Hari itu, ia punya jadwal kampanye. Jusuf Kalla (JK), yang juga capres saat itu, pun punya agenda kampanye sendiri.

    "Ketika mengetahui ada musibah, saya telepon Pak JK. Saya tanya, ‘Pak JK di mana? Saya tahu kita masing-masing ada agenda, tapi ini ada musibah. Mari kita hentikan kampanye dan kita berdua datang ke Situ Gintung melihat saudara kita yang sedang tertimpa musibah’," tutur SBY.

    SBY mengatakan JK setuju dengan permintaan itu. Lalu, keduanya datang ke lokasi bencana, meninjau langsung proses evakuasi para korban jiwa.

    "Saat itu juga, kami berhenti berkampanye. Kami berdua menuju tempat ini, bersama-sama melihat langsung, dan seterusnya tentu sudah menjadi bagian dari sejarah, kita lakukan pembangunan kembali," ucap SBY.

    Bagi SBY, ada pelajaran yang ia petik dari peristiwa itu, yakni, dalam kontestasi politik, masing-masing kandidat yang berkompetisi tak harus saling bermusuhan.

    "Itulah indahnya demokrasi. Demokrasi yang berkeadaban. Buktinya, kami bersaing, berkompetisi untuk menjadi presiden waktu itu, tapi sama-sama menyadari kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi dan politik apa pun," ujarnya.

    Baca juga: SBY Minta Jokowi Jelaskan Soal Serbuan Tenaga Kerja Asing

    Setelah mengheningkan cipta, SBY melanjutkan dialog bersama 500-an warga Kota Tangerang Selatan. Dalam dialog tersebut, SBY, yang didampingi Ani Yudhoyono, mendengar aspirasi warga, baik masukan maupun keluhan.

    Kegiatan di Tangerang Selatan itu merupakan agenda terakhir rangkaian lawatan Tour de Banten Partai Demokrat.

    Selama sepekan terakhir, SBY bersama rombongan telah mengunjungi delapan kabupaten dan kota, yaitu Kota Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tanggerang Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.