Soal Sawit, Luhut Sampaikan Surat Jokowi ke Paus Fransiskus

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi Widodo berbincang dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman usai melakukan penanaman pohon Kelapa Sawit di kebun kelapa sawit di Desa Kota Tengah, Kabupaten Serdang, Sumatera Utara, 27 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    Presiden Jokowi Widodo berbincang dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman usai melakukan penanaman pohon Kelapa Sawit di kebun kelapa sawit di Desa Kota Tengah, Kabupaten Serdang, Sumatera Utara, 27 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan, Rabu, 25 April 2018. Dalam pertemuan itu, Luhut menyampaikan surat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Paus.

    Luhut mengatakan, dalam surat itu, Jokowi berpesan agar Paus membantu melihat Indonesia lebih dalam dari aspek industri kelapa sawit, perdagangan, lingkungan, dan hak asasi manusia (HAM). “Vatikan punya suara yang bisa didengar, karena beliau selalu mengedepankan masalah kemanusiaan,” ucap Luhut kepada Wahyu Muryadi dari Tempo beberapa saat seusai pertemuan.

    Baca: Jokowi Minta Uni Eropa Hentikan Diskriminasi Kelapa Sawit...

    Menurut Luhut, Paus menerima baik kedatangannya. Paus juga menyampaikan salam untuk Jokowi. “Beliau menyampaikan salam hormat untuk Presiden.”

    Kunjungan Luhut ke Vatikan adalah bagian dari upaya untuk melobi Uni Eropa mengenai minyak sawit. Hal ini menyusul adanya rencana pelarangan penggunaan biodiesel berbahan dasar minyak sawit mentah di Eropa.   

    Baca:  Uni Eropa Tolak Sawit Indonesia, Jokowi Kirim Surat ...

    Selain menemui Paus, Luhut bertemu dengan Presiden Lembaga Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian Peter Turkson. Dengan Turkson, Luhut membicarakan bantuan Vatikan untuk seminar mengenai kelapa sawit. “Karena mereka peduli terhadap petani perkebunan sawit Indonesia yang berjumlah 16,5 juta lebih.”

    Luhut menuturkan seminar akan dilakukan pada 15 Mei 2018 serta dihadiri Indonesia dan Uni Eropa. Negara-negara yang memiliki komoditas kelapa sawit juga akan diundang. “Kami juga akan melakukan presentasi bersama Malaysia mengenai kelapa sawit.”

     ALFAN HILMI

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.