Kata Gatot Nurmantyo Soal Partai yang Sudah Tutup Pintu Dukungan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan Selendang Putih Nusantara resmi mendeklarasikan Gatot Nurmantyo menjadi Calon Presiden. Deklarasi dilakukan dengan seremoni pengalungan selendang putih di Menara Kompas, Jakarta.   23 April 2018. Dok. Relawan Selendang Putih Nusantara

    Relawan Selendang Putih Nusantara resmi mendeklarasikan Gatot Nurmantyo menjadi Calon Presiden. Deklarasi dilakukan dengan seremoni pengalungan selendang putih di Menara Kompas, Jakarta. 23 April 2018. Dok. Relawan Selendang Putih Nusantara

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purnawirawan) TNI Gatot Nurmantyo angkat bicara soal kabar yang menyatakan partai tertentu sudah menutup pintu untuk mendukungnya maju dalam pemilihan presiden atau pilpres 2019.

    "Dikatakan, ‘Pak, sudah tutup di sini, sudah tutup di sini.’ Kan begitu. Wong semua ketua partai juga calon wapres, enggak ada calon presiden. Ingat, Allah SWT membolak-balik hati itu semau-maunya. Kapan mau, pasti terjadi," kata Gatot setelah menjadi pembicara dalam acara Urun Rembuk Kebangsaan yang digagas Nusantara Foundation di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu, 25 April 2018.

    Baca juga: PAN Belum Putuskan Koalisi, Anak Amien Rais Sebut Gatot Nurmantyo

    Gatot Nurmantyo mengatakan selalu optimistis terkait dengan pilpres 2019. Optimisme itu, ucap dia, bukan berarti dia sombong, melainkan karena yang menentukan presiden dan wakil presiden 2019 adalah Allah SWT.

    "Belum tentu juga saya. Makanya, kalau terpilih, siapa pun presidennya, mari sama-sama dukung, agar bangsa maju dan bangsa ini optimistis," ujar Gatot Nurmantyo.

    Ditanya kesiapannya menjadi calon presiden, pria kelahiran Tegal, 13 Maret 1960, itu menyatakan, dalam acara Urun Rembuk Kebangsaan tersebut, dia berbicara mengenai optimisme. Dia sebagai warga negara juga memiliki hak yang sama.

    Baca juga: Saat Prabowo dan Gatot Nurmantyo Berdampingan di Kopassus

    Apabila Republik Indonesia menghendaki dan rakyat memanggil, dia akan selalu optimistis. "Saya katakan, pengabdian saya, menjadi presiden, wakil presiden, terus sampai warga negara, tetap akan mengabdi," kata pria yang ikut dalam Operasi Seroja di Timor Timur itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.