Curhat Jokowi Soal Fitnah PKI dan Foto Mirip Dirinya dengan Aidit

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan sambutan saat peresmian Keramba Jaring Apung atau

    Presiden Jokowi memberikan sambutan saat peresmian Keramba Jaring Apung atau "offshore" di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang, Babakan, Kabupaten Pangandaran, 24 April 2018. Keberadaan keramba jaring apung diharapkan dapat menambah hasil budi daya ikan. ANTARA/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta -- Presiden Joko Widodo tak henti mengklarifikasi isu dan tuduhan yang menyebutkan bahwa dirinya terlibat Partai Komunis Indonesia  (PKI). bahkan disebut sebagai anggota. Jokowi merujuk sebuah gambar kampanye PKI pda 1955 yang memuat gambar sosok pria yang mirip dirinya pada 1955.

    "Lihat gambar ini waktu Ketua Umum PKI 1955 kampanye untuk Pemilu, DN Aidit pidato, saya ada di bawahnya coba. Saya lahir saja belum sudah digitu-gitukan," kata Presiden Jokowi dalam Musyawarah Nasional Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu 25 April 2018.

    BACA:Disebut PKI, Jokowi: Awas Kalau Ketemu Orangnya, Saya Gebuk

    Gambar yang dimaksud Presiden memperlihatkan Ketua Umum PKI DN Aidit sedang berpidato di hadapan massa pada kampanye 1955 dan di bawah podium DN Aidit ada sosok dengan kemeja lengan panjang menghadap ke massa yang tubuhnya kurus dan dari samping tampak mirip Presiden Jokowi. Foto itu beredar di sosial media.

    "Ini fitnah di media sosial sudah lebih dari empat tahun. Ini menuduh Presiden Jokowi itu PKI coba, saya lahir tahun 1961 PKI dibubarkan tahun 1965, saya baru umur 3,5-4 tahun, masa ada PKI balita? Logikanya gak masuk," ungkap Presiden Jokowi.

    Presiden Jokowi menilai bahwa foto itu menyatukan wajah dan tubuh dari dua objek yang berbeda."Logikanya tidak masuk, lahir saja belum sudah di bawahnya mimbar, tapi memang mukanya beda, badan saya ditaruh di situ. Anak-anak muda sekarang pinter-pinter," tambah Presiden.

    BACA: Cerita Luhut Soal Kejengkelan Jokowi Disebut PKI dan Pro Aseng

    Ia juga berharap agar BKPRMI melakukan kegiatan yang membangun ketaqwaan, bukan sebaliknya menyebar fitnah.

    "Gambar-gambar seperti ini tidak hanya 1,2,3. Apa masih diteruskan cara-cara seperti ini? Apa basis masjid-masjid yang kita miliki membangun ketaqwaan, akhlak, iman kita dan bukan justru menyodorkan gambar yang tadi seperti saya sampaikan?" ungkap Presiden Jokowi.

    Presiden Jokowi juga menegaskan agar energi masyarakat jangan sampai terbuang hanya untuk mengurus fitnah, tapi harus difokuskan untuk membangun negara.

    "Saya sampaikan kritik silakan beri masukan, saya selalu terbuka, tapi bedakan kritik dengan mencela, kritik dengan fitnah, kritik dengan memaki, itu berbeda, kritik itu berbasis data dan memberikan solusi," kata Presiden Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.