Pertemuan dengan Jokowi Bocor, PA 212 Minta Istana Mengusutnya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan ulama usai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1439 H/2017 M di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/11). Presiden mengajak umat muslim di tanah air untuk senantiasa meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari demi terwujudnya Islam yang berkah bagi seluruh alam semesta. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan ulama usai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1439 H/2017 M di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/11). Presiden mengajak umat muslim di tanah air untuk senantiasa meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari demi terwujudnya Islam yang berkah bagi seluruh alam semesta. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta- Tim 11 Ulama Alumni 212 meminta pihak istana mengusut bocornya pertemuan tertutup antara ulama Persaudaraan Alumni 212 dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada 22 April lalu.

    "Kami minta Presiden mengusut bocornya pertemuan tersebut," kata Ketua Tim 11 Ulama Alumni 212 Misbahul Anam di Jakarta pada Rabu, 25 April 2018.

    Pertemuan antara Jokowi dan ulama Alumni 212 terungkap dari sebuah foto yang beredar. Tampak Jokowi dan sejumlah ulama berada di sebuah masjid. Belakangan diketahui pertemuan tersebut terjadi pada 22 April lalu.

    Baca: Bertemu Jokowi, PA 212 Bahas Kriminalisasi Ulama

    Jokowi pun mengakui pertemuan tersebut. Ia mengatakan pertemuan tersebut merupakan pertemuan biasa dalam rangka menjalin silaturahmi antara umara dan ulama. Pertemuan diawali dengan salat Zuhur berjamaah dan makan siang.

    Mishabul menyebutkan pertemuan tersebut bersifat tertutup dan tidak dipublikasikan. Ia pun menyesalkan tersebarnya foto pertemuan itu.

    Menurut Misbahul, ada pihak ketiga yang sengaja menyebarkan foto itu untuk mengadu domba presiden dengan ulama.

    Baca: Bertemu Ulama dari Alumni 212, Jokowi: Jaga Persaudaraan

    Sedangkan dalam pertemuan itu, Misbahul mengatakan pihaknya dan Jokowi hanya membahas tentang kriminalisasi terhadap ulama. Tim 11 memberikan informasi yang lebih akurat untuk Presiden Jokowi.

    Selain itu, tim 11 mendesak Presiden untuk segera menghentikan kriminalisasi kepada ulama. "Dulu presiden menyebutkan tidak akan ada kriminalisasi terhadap ulama, namun fakta-faktanya kami menemukan masih ada," kata Misbahul.

    Sekretaris Tim 11 Ulama Alumni 212 Muhammad Al Khaththath mengatakan dalam pertemuan itu, pihaknya dilarang untuk membawa telepon genggam agar tidak ada foto atau rekaman selama pertemuan berlangsung.

    Artinya, kata Khathath, pertemuan tersebut tertutup. Maka seharusnya pihak istana menjaga pertemuan tersebut agar tidak tersebar luas. "Kalau sudah tertutup maka pertemuan itu tidak boleh dibuka. Karena kondisinya seperti itu, kami juga tidak mau mempublis pertemuan tersebut," ujarnya.

    Baca: Jokowi Bertemu Ulama Alumni 212, Fadli Zon: Bukan Ritual Upacara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.