Angin Puting Beliung di Yogyakarta, 34 Rumah di Sorowajan Rusak

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bencana puting beliung di kawasan Kota Yogyakarta. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Bencana puting beliung di kawasan Kota Yogyakarta. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Angin puting beliung terjadi di Yogyakarta hari ini, Selasa, 24 April 2018. Kejadian itu bersamaan dengan turunnya hujan.

    Pantauan Tempo, angin kencang itu terjadi pukul 14.05-14.27 WIB. Wilayah di Kota Yogya yang terkena angin puting beliung, yakni daerah Kampus Akademi Pembangunan Masyarakat Desa (APMD) Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Angin tersebut membuat sejumlah pohon dan rumah warga rusak.

    Baca: Waspada Angin Puting Beliung di Musim Pancaroba, Ini Ciri-cirinya

    “Ada seorang warga, dosen dari kampus APMD dirujuk ke Rumah Sakit Bethesda karena kejadian ini, kami belum tahu penyebab pastinya apakah kena pohon tumbang atau lainnya,” ujar Manajer Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY Danang Samsurizal kepada Tempo.

    Menurut Danang, angin puting beliung juga terjadi di Kelurahan Sorowajan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul yang merupakan wilayah perbatasan dengan Kota Yogya di sisi timur.

    Di Sorowajan, angin merusak rumah, pohon, dan kedai kopi. Tak ada korban luka ataupun jiwa dalam peristiwa itu. “Total di Sorowajan ada 34 rumah warga rusak karena angin itu,” ujarnya.

    Baca: 23 Rumah di Bekasi Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

    Kepala BMKG Yogyakarta, I Nyoman Sukanta mengatakan di willayah DIY dan sekitarnya pada hari ini masih berpotensi turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang. “Semua kabupaten dan kota memiliki potensi angin kencang itu sampai pukul 18.00 WIB nanti,” ujarnya.

    Untuk wilayah di Kabupaten Sleman misalnya, kata dia, titik potensi angin kencang ada di Kecamatan Prambanan dan Berbah, Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul meliputi Kecamatan Piyungan, Banguntapan, Sewon, Dlingo, Imogiri, Pleret, Jetis, Bantul, dan Pundong. Sedangkan di Kabupaten Gunung Kidul meliputi kecamatan Patuk, Playen, Wonosari, Karangmojo, dan Ponjong. “Potensi ini bisa meluas ke wilayah Kulon Progo,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.