Relawan Jokowi Bantah Luncurkan Gerakan Antipolitisasi Masjid

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah relawan menggelar deklarasi Gerakan Nasional Jutaan Dukung Jokowi di CFD kawasan Bundaran HI, Jakarta, 22 April 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

    Sejumlah relawan menggelar deklarasi Gerakan Nasional Jutaan Dukung Jokowi di CFD kawasan Bundaran HI, Jakarta, 22 April 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Nasional Jutaan Relawan Dukung Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tidak pernah menggagas gerakan antipolitisasi masjid. "Itu kawan dari komunitas lain yang menggerakan program itu," kata koordinator gerakan, Sylver Matutina saat dihubungi, Senin, 23 April 2018.

    Sylver mengatakan itu untuk menyangkal pemberitaan sebelumnya yang menyatakan relawan Jokowi telah meluncurkan program antipolitisasi masjid. Dia mengatakan gerakan antipolitisasi masjid digagas oleh kelompok pengajian bernama Jamaah Pengajian Nusantara (JPN).

    Baca: Relawan Jokowi Luncurkan Program Antipolitisasi Masjid

    Sylver mengatakan relawan memang mendukung upaya JPN tersebut. Relawan, kata dia, sering mengundang ulama dari JPN mengisi ceramah dalam pengajian relawan Jokowi. Begitupun JPN, kata dia, juga sering mengundang relawan Jokowi dalam acaranya. "Kami mengundang karena kami sejalan," kata dia.

    Pengasuh JPN, Gus Soleh Muzakir membenarkan mereka  mencetuskan gerakan antipolitisasi masjid. Dia mengatakan sangat menolak ceramah politik yang mengarah kepada ujaran kebencian dari dalam masjid. "Itu menciptakan situasi yang tidak harmonis dalam kehidupan beragama," kata dia.

    Baca: Saran Relawan untuk Memilih Cawapres Jokowi

    Menurut Gus Soleh, gerakan antipolitisasi masjid digagas usai pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2017. Menurut dia, saat Pilkada DKI masjid kerap dipakai untuk melakukan ceramah demi tujuan politik praktis.  "Di Jakarta ini dari bawa ayat sampai ancaman menolak mensalatkan mayat dibawa semua," kata dia.

    Gus Soleh berharap melalui gerakannya ini, hal yang terjadi selama Pilkada DKI Jakarta tidak terulang dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 dan Pemilihan Presiden 2019. "Jangan sampai masjid dikotori dengan ujaran kebencian demi syahwat politik," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?