Hari Bumi, 50 Perempuan Protes Eksploitasi Bumi oleh Korporasi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis lingkungan dari Koalisi Alam Lestari yang mengenakan kostum binatang, menunjukkan poster saat melakukan aksi untuk memperingati Hari Bumi Internasional 2018 di kawasan Bundaran HI, Jakarta, 22 April 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah aktivis lingkungan dari Koalisi Alam Lestari yang mengenakan kostum binatang, menunjukkan poster saat melakukan aksi untuk memperingati Hari Bumi Internasional 2018 di kawasan Bundaran HI, Jakarta, 22 April 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Memperingati Hari Bumi, Solidaritas Perempuan akan mengadakan aksi di depan Istana Negara, Jakarta, Senin, 23 April 2018. "Aksi dimulai pukul 10.00." Divisi Kedaulatan Perempuan Atas Tanah Solidaritas Perempuan, Nisa Anisa, menyampaikan pesan teksnya kepada Tempo.

    Diikuti sekitar 50 orang, tema aksi adalah “Selamatkan Bumi dari Eksploitasi Korporasi Kembalikan Kedaulatan Perempuan". Aksi, kata dia, akan diramaikan dengan pertunjukan teatrikal, orasi, dan pembacaan puisi dari Perempuan Pejuang Perempuan Pejuang dari Poso, Makassar, Kendari, Yogyakarta, serta Aceh. "Mereka akan membahas situasi masing-masing wilayah."

    Baca: Hari Bumi, Solidaritas Perempuan Akan Gelar Aksi ...

    Menurut Nisa, aksi itu bagian perjuangan Solidaritas Perempuan untuk mendesak negara melakukan langkah nyata menyelamatkan bumi dari korporasi dan pihak lainnya yang merusak serta mengeksploitasi bumi.

    Bagi perempuan, kata dia, bumi maupun sumber daya alam memiliki keterikatan yang erat. Keterikatan itu tidak hanya sebagai tempat tinggal atau sumber pangan dan ekonominya, tapi juga memiliki nilai sosial dan spiritual.

    Baca: Hari Bumi, Yuk Liburan yang Ramah Lingkungan

    Pada Hari Bumi 2018, Solidaritas Perempuan akan menyampaikan pesan bahwa perusakan bumi merupakan perusakan perempuan. Perusakan bumi, kata Nisa, memberikan dampak mendalam dan berlapis bagi perempuan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.