Elit PKS Bolehkan Anis Matta Deklarasi dengan Syarat, Asalkan....

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS Anis Matta, saat menghadiri pembekalan anggota DPR terpilih periode 2014-2019 Koalisi Merah Putih, di Jakarta, 26 September 2014. Mekanisme pemilihan kepala daerah akhirnya diubah dari secara langsung menjadi lewat DPRD. TEMPO/Imam Sukamto

    Presiden PKS Anis Matta, saat menghadiri pembekalan anggota DPR terpilih periode 2014-2019 Koalisi Merah Putih, di Jakarta, 26 September 2014. Mekanisme pemilihan kepala daerah akhirnya diubah dari secara langsung menjadi lewat DPRD. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera mempersoalkan deklarasi yang dilakukan mantan Presiden PKS, Anis Matta, sebagai calon presiden pada pemilihan umum 2019. Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera, mengatakan fokus partainya saat ini memenangkan pemilihan kepala daerah serentak 2018. “Calon presiden kan 2019, pilkada tinggal selangkah lagi dua bulan kurang, jadi teman-teman prioritas (ke pilkada),” kata dia ketika dihubungi Tempo, Minggu 22 April 2018.

    Menurut Mardani, selain partai ingin terlebih dulu fokus ke pilkada, deklarasi Anis juga diduga tanpa koordinasi dan komunikasi antarpengurus partai. Kemungkinan, kata dia, Anis telah menyampaikan pemberitahuan untuk deklarasi ke dewan pimpinan pusat partai. Namun bisa jadi pemberitahuan itu belum tembus hingga ke dewan pimpinan wilayah partai sehingga dilarang.

    BACA: Deklarasi Anis Matta Calon Presiden, PKS Jawa Barat Boikot?

    Mardani menjelaskan, PKS membolehkan Anis deklarasi asal kepada selain kader PKS untuk menambah suara partai. Namun partai, kata dia, melarang Anis apabila deklarasi dilakukan melibatkan internal kader partai. Selain melanggar aturan partai, kata dia, sudah ada majelis syuro yang mengumumkan sembilan kader PKS dalam pemilu 2019. “Ke mana majelis mutusin kami akan dukung,” ujar dia. Lagi pula, ia menambahkan, PKS segera mengumumkan kader terbaiknya paling lambat 13 Mei mendatang.

    Pada Sabtu malam pekan lalu, kelompok yang mengatasnamakan Anis Matta Pemimpin Muda (AMPM) menggelar acara deklarasi Anis sebagai calon presiden pada 2019. Deklarasi itu dihadiri oleh Anis yang berlangsung di Teater Terbuka Taman Budaya Jawa Barat di kawasan Dago, Bandung. Tak kurang dari 300 orang hadir dalam deklarasi tersebut.

    BACA:Fahri Hamzah Melihat Ada Upaya Elit PKS Menjegal Anis Matta

    Namun sehari sebelumnya, beredar surat dari Dewan Pengurus Wilayah PKS Jawa Barat yang melarang kader PKS menghadiri deklarasi tersebut. Surat itu ditujukan kepada Dewan Pengurus Daerah PKS Jawa Barat. Dalam surat itu, Ketua DPW PKS Nur Supriyanto mengimbau para kader lebih fokus pada pilkada di kota dan kabupaten masing-masing dibanding mendeklarasikan calon presiden. “Kami mengimbau agar struktur dan kader tidak menghadiri deklarasi bacapres (bakal calon presiden) internal,” kata Nur.

    Ketua AMPM Jawa Barat, Rinaldi Yusuf, mengatakan sudah ingin mengusung Anis sebagai calon presiden sejak lima tahun lalu. Ia membantah deklarasi itu untuk para kader partai. “Relawan ini terbuka untuk umum, acara ini juga tidak terkait dengan partai,” kata dia. Ia pun menepis relawan yang berasal dari Bandung, Kuningan, dan Garut tersebut merupakan kumpulan kader PKS yang tak puas.

    BACA:Gara-gara Pilkada, Anis Matta PKS Dilengserkan Lebih Cepat

    Sementara itu, dalam deklarasi akhir pekan lalu sejumlah petinggi PKS di daerah tidak muncul di panggung. Bendera ataupun atribut PKS juga tak terlibat di lokasi. Namun segelintir orang terlihat memakai kaus bertuliskan PKS. Anis mengatakan deklarasi ini hanya sosialisasi untuk memberikan banyak pilihan calon presiden. Selain itu deklarasi dilakukan untuk mengakomodasi aspirasi semangat dan perluasan konstituen PKS. Dia berdalih, absennya petinggi partai lantaran deklarasi bukan acara struktur partai. “Partai ada mekanismenya. Efek pencapresan tidak akan bagus kalau hanya internal,” ujar Anis Matta.

    ANWAR SISWADI, ALFAN HILMI, DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.