Di Turki, Anies Baswedan Minta Didoakan: Medsos & Tulisan Sejarah

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaaikan pendapat saat peluncuran 'Si Dukun 3 in 1' (Sistem Integrasi Layanan Kependudukan 3 in 1) di Rumah Sakit Ibu dan Anak Budi Kemuliaan, Jakarta, 2 Februari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaaikan pendapat saat peluncuran 'Si Dukun 3 in 1' (Sistem Integrasi Layanan Kependudukan 3 in 1) di Rumah Sakit Ibu dan Anak Budi Kemuliaan, Jakarta, 2 Februari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, ISTANBUL - Banyak hal menarik yang ditemukan Anies Baswedan selama melawat ke Istanbul, Turki. Gubernur DKI Jakarta itu tak hanya menyampaikan kuliah umum di Universitas Bahcesehir, Turki juga bertemu dengan masyarakat dan mahasiswa Indonesia yang tinggal di negeri itu.

    Kuliah umum kepada civitas akademika Universitas Bahcesehir berlangsung Jumat 20 April 2018 di kawasan Besiktas. Kuliah mengenai Indonesia pada umumnya dan Jakarta pada khususnya berlangsung cukup semarak.

    Ada pun bertemu masyarakat dan mahasiswa Indonesia yang tinggal di Turki berlangsung di Konjen Indonesia di Istanbul, Turki. Anies disambut meriah para mahasiswa yang hadir.

    Dalam pidatonya, Anies memberikan sejumlah pesan kepada para mahasiswa. Salah satunya adalah agar banyak menimba ilmu selama di luar negeri."Ada yang perlu kalian miliki, pertama adalah menguasai ilmu pengetahuan yang sangat baru dalam bidang apapun," kata Anies mewanti-wanti.

    BACA: Anies Baswedan Disebut Super Gubernur oleh Mahasiswa Maroko

    Kedua menurut Anies Baswedan, membangun jaringan. K"etiga modal bahasa karena penguasaan bahasa internasional dengan tiga hal itu saja aset bagi negara dan keempat adalah modal," katanya.

    Anies mengusulkan agar membangun jaringan dengan orang asing, efeknya jaringan luas."Selain itu, dia harapkan ibu - ibu di Turki agar menggunakan bahasa Indonesia di luar negeri untuk anak - anaknya.

    Anies juga minta didoakan agar tetap amanah dan istiqomah dalam menjalankan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Saya tidak takut apa yang ditulis medsos, tapi saya takut apa yang ditulis sejarah," kata Anies. Mereka yang hadir pun tidak melewatkan momen kedatangan dan berebutan untuk salaman dan berfoto.

    Kejadian diserbu untuk berfoto juga dialami Anies Baswedan saat berkunjung ke Museum Hagia Sofia, Istanbul, Turki, Sabtu 21 April 2018.

    BACA: PKS Tak Rela Jika 9 Nama Cawapresnya Diganti Anies Baswedan

    Puluhan anak-anak saat hendak memasuki kawasan Museum Hagia Sofia tersebut langsung meneriakan nama Anies." Gubernur beserta rombongan kaget dan tersenyum didekati anak-anak tersebut. Mereka menyalami Anies dan meneriakan Gubernur Indonesia serta mengajak untuk berswafoto.

    Anies mengaku kaget karena tidak menyangka anak-anak Turki mengenalnya sebagai gubernur. Bahkan Anies memberikan kartu nama kepada anak-anak tersebut. "Saya kaget juga anak-anak dari pinggiran Turki, orang-orang Kurdi tahu saya," kata Anies Baswedantertawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.