Polisi Usul Jalur Pantura Jadi Prioritas Audit Jembatan Menjelang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jembatan Widang-Babat pada 2017 dilaporkan sempat mengalami pergeseran atau ambles sedalam 15 sentimeter. Youtube.com

    Jembatan Widang-Babat pada 2017 dilaporkan sempat mengalami pergeseran atau ambles sedalam 15 sentimeter. Youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memprioritaskan audit jembatan di jalur pantai utara Pulau Jawa menjelang arus mudik Lebaran. Kementerian PUPR, kata Setyo telah menanggapi usul Kepolisian.

    “Audit bisa kelar sebelum lebaran," kata Setyo di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Ahad, 22 April 2018.

    Baca: Jembatan Widang Ambruk, Polri Sarankan Audit ...

    Polri mengusulkan audit setelah Jembatan Widang-Babat yang menghubungkan Kabupaten Lamongan dan Tuban, Jawa Timur, ambruk pada Selasa, 17 April 2018 sekitar pukul 10.30. Saat itu, empat kendaraan, yakni satu unit dump truk, dua unit truk tronton, dan satu unit sepeda motor melintas. Akibatnya dua orang meninggal, yaitu sopir truk. Sedangkan empat lainnya luka-luka.

    Polri bakal menggandeng Komisi Keselamatan Konstruksi untuk menyelidiki ambruknya jembatan itu. "Kami akan berkoordinasi dengan komisi itu," kata Setyo.

    Baca: Jembatan Widang Ambruk: Alternatif Jalur ...

    Menurut Setyo, kepolisian akan terus mendalami ada tidaknya pihak yang bisa diminta pertanggungjawaban atas ambruknya jembatan yang menghubungkan Kabupaten Lamongan dan Tuban itu. "Karena ada yang meninggal.” Semua kasus, kata Setyo, pasti ada prosedurnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.