Sandiaga Uno: Opsi Jokowi-Prabowo Pernah Dibicarakan di Gerindra

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) menyampaikan pidato disaksikan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno (kanan) disela Jalan Syukur Jakarta Bersatu di Jakarta, 7 Mei 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) menyampaikan pidato disaksikan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno (kanan) disela Jalan Syukur Jakarta Bersatu di Jakarta, 7 Mei 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Opsi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi calon wakil presiden Joko Widodo atau Jokowi pernah dibicarakan di internal partai. Menurut Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno, opsi Jokowi-Prabowo dibicarakan sebelum 11 April 2018.

    “Setelah itu, 11 April yang lalu, Pak Prabowo sudah menerima mandat dari seluruh kader Gerindra sebagai calon presiden,” katanya. Mandat itu diberikan dalam Rapat Koordinasi Nasional, yang digelar di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

    Saat itu, semua kader Gerindra menyepakati Prabowo bakal diusung sebagai calon presiden. Prabowo pun saat itu menyatakan menerima mandat tersebut. Menurut Sandiaga, setelah itu tak ada lagi keinginan mewacanakan Prabowo sebagai calon wakil Jokowi.

    Baca juga: Prabowo Menelepon Luhut Panjaitan yang Lagi di Washington DC

    Sandiaga kemudian menjelaskan tentang pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, Romahurmuziy juga bertanya mengenai Prabowo yang ditawari jadi calon wakil presiden Jokowi.

    “Beliau menanyakan ke saya itu benar ketemuan Pak Luhut sama Pak Prabowo di restoran Jepang,” ujar Sandiaga di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Sabtu, 21 April 2018.

    Saat bertemu dengan Rommy, Sandiaga mengatakan tidak tahu-menahu mengenai isi pembicaraan itu. Sandiaga menyampaikan saat itu tidak berada di restoran tersebut untuk mendampingi Prabowo. “Saya bilang saya tidak ada di sana jadi saya tidak tahu,” ucapnya.

    Sebelumnya, Rommy menuturkan rencana Jokowi untuk menggandeng Prabowo sebagai cawapres. Menurut Rommy, Jokowi beralasan ingin menggandeng Prabowo untuk mencegah perpecahan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Baca juga: Komentar Sandiaga Soal Video Prabowo Telanjang Dada Diarak Kader

    Rommy berujar ada utusan Prabowo yang menemui Jokowi untuk membicarakan rencana koalisi tersebut. Namun rencana itu belum terlaksana karena menurut Jokowi baru Rommy yang setuju dengan rencananya itu. Sedangkan partai koalisi lain belum setuju.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?