Istri Gus Dur Masuk 100 Orang Paling Berpengaruh Versi Time

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid (kiri) menerima salam dari tamu undangan saat peringatan Sewindu Haul Gus Dur di Jakarta, 22 Desember 2017. ANTARA

    Istri Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid (kiri) menerima salam dari tamu undangan saat peringatan Sewindu Haul Gus Dur di Jakarta, 22 Desember 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah, masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia versi Majalah Time.

    Dalam situs Time, Mona Eltahawy menulis Sinta Nuriyah mengibaratkan keanekaragaman agama di Indonesia seperti sebuah taman bunga. "Ada mawar, melati, anggrek, dan asoka. Semua bunga itu indah. Tidak ada yang bisa memaksa mawar menjadi melati atau anggrek menjadi asoka," tulis Mona Eltahawy.

    Baca: Shinta Wahid: Survei Ungkap Adanya Kebencian pada NonMuslim

    Menurut Mona, Sinta mengibaratkan itu saat datang di sebuah acara di Jawa Tengah. Acara pada bulan Ramadan itu digelar di satu gereja Katolik dihadiri oleh orang beragama Hindu, Budha, Konghucu, dan Kristen.

    Time menobatkan Sinta Nuriyah sebagai ikon pluralisme dan toleransi. Anak ketiga Sinta, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid, mengatakan hal tersebut sebuah kebanggaan luar biasa bagi keluarga dan para pengikut Gus Dur.

    Yenny senang karena dunia mengakui ketokohan dan perjuangan ibunya dan disandingkan dengan tokoh dunia seperti dari Presiden Prancis sampai Putra Mahkota Saudi Arabia.

    Baca: Acara Imlek,Warga Tionghoa Jombang Curhat pada Istri Gus Dur

    "Selama ini ibu memang terus berjuang meneruskan cita-cita bapak agar tercipta perdamaian dan toleransi di negara ini. Perjuangan ibu bukan tanpa tantangan," kata Yenny saat dihubungi, Sabtu, 21 April 2018.

    Yenny mengatakan kondisi ibunya saat ini baik. Pada 8 Maret 2018 usianya Siti, genap 70 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.