Cerita Rizal Ramli ke Sandiaga Jika Jadi Presiden: Saya Tangkap..

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli berdiri di ruang tunggu Gedung KPK, Jakarta, 2 Mei 2017. ANTARA FOTO

    Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli berdiri di ruang tunggu Gedung KPK, Jakarta, 2 Mei 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang menarik dalam pertemuan Rizal Ramli dengan Sandiaga Uno di Balai Kota DKI pada Jumat 20 April 2018. Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman itu sengaja bertandang ke kantor Sandiaga Uno untuk berbicara banyak hal dengan Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto sebagai capres itu.

    Menurut Rizal Ramli, seandainya ia terpilih menjadi presiden pada 2019 nanti, ia mengaku punya sejumlah agenda. Agenda itulah yang dia bahas dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno.

    "Hari pertama saya jadi presiden, saya akan tangkap 100 orang paling brengsek di Indonesia," kata Rizal di Kafe Jakbistro, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 20 April 2018.

    Rizal mengatakan, dia ingin membuang 100 orang tersebut ke pulau malaria di Indonesia bagian tengah. Rizal tak merinci nama pulau yang dia maksud. Namun, menurut penelusuran Tempo, terdapat sebuah pulau di Kalimantan Selatan bernama Pulau Matasiri yang terkenal karena malarianya. Pulau itu diduga menjadi tempat endemik bagi salah satu jenis nyamuk malaria.

    BACA: Rizal Ramli Temui Sandiaga Uno di Balai Kota Bicara Capres 2019

    Rizal mengaku tak ingin seperti Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Menurut Rizal, tindakan Duterte menembak mati orang-orang yang melakukan praktik peredaran narkotika itu melanggar hak asasi manusia.

    Sedangkan, jika 100 orang yang dia buang ke pulau malaria itu meninggal, Rizal berpendapat kesalahan bukan terletak pada dirinya. "Seandainya mereka sakit karena malaria dan meninggal, yang melanggar hak asasi manusia bukan Rizal Ramli tetapi nyamuk malaria," ujarnya.

    Rencana Rizal berikutnya di hari kedua menjadi presiden adalah membuat kebijakan agar partai politik dibiayai sepenuhnya oleh negara. "Pada hari kedua, saya akan keluarkan Perppu atau Keppres supaya parpol seluruhnya dibiayai oleh negara," ujar Rizal.

    Rencana Rizal selanjutnya adalah merebut kepemimpinan Indonesia secara de facto di Asean. Dia mengaku ingin mengembalikan kejayaan Indonesia di Asean seperti era Presiden Soeharto.

    "Kami ingin 2019 ambil alih kepemimpinan Asian secara de facto,karena saya mau memanfaatkan Asean untuk ekspansi ekonomi Indonesia," kata Rizal.

    Rizal menyampaikan visi misi tersebut selama sekitar 10 menit nonstop. Dia berbicara setelah Sandiaga menyampaikan pernyataan pembukaan selama 2 menit. Rizal mengklaim, dari seluruh rencana yang dia sampaikan, Sandiaga paling tertarik perihal pulau malaria.

    "Tapi yang paling Mas Sandi tertarik dari semuanya yaitu pulau malaria," kata Rizal. Sandiaga tak menampik atau membenarkan, dia hanya tertawa.

    Rizal sendiri diberhentikan sebagai Menko Maritim oleh Presiden Joko Widodo dan digantikan oleh koleganya, Luhut Panjaitan, pada 2016 lalu. Rizal mengaku percaya diri menjadi calon presiden 2019. Kendati belum diusung oleh satu partai pun, Rizal Ramli telah beberapa kali mendeklarasikan diri sebagai capres 2019.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.