Luhut Tepis Tudingan Fahri Hamzah Soal Anggaran Pertemuan IMF-WB

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertemuan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dengan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dkk di kantor pusat Bank Dunia, Washington DC, Rabu pagi 18 April 2018. TEMPO/ WAHYU MURYADI

    Pertemuan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dengan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dkk di kantor pusat Bank Dunia, Washington DC, Rabu pagi 18 April 2018. TEMPO/ WAHYU MURYADI

    TEMPO.CO, Washington - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) di Nusa Dua, Bali sudah direncanakan sejak tiga tahun lalu. Proses pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah acara IMF-WB 2018 juga dimulai sejak September 2014, atau sebelum pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

    Pernyataan ini menanggapi berita tentang tuduhan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah terkait anggaran pertemuan IMF-WB tersebut. Dalam berita yang disodorkan kepada Luhut tersebut, Fahri menyebut pemerintah mengalihkan dana pembangunan gedung baru DPR untuk acara pertemuan IMF-WB di Bali.

    Baca juga: Prabowo Menelepon Luhut Panjaitan yang Lagi di Washington DC

    “Sebagai penanggung jawab acara itu, saya tegaskan bahwa tuduhan itu tidak mendasar,” kata Luhut kepada Wahyu Muryadi dari Tempo di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis, 19 April 2018 waktu setempat.

    Saat ini, Luhut sedang menghadiri pertemuan musim semi (Spring Meeting) IMF-WB 2018 di Washington DC, Amerika Serikat. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga hadir dalam pertemuan tersebut. Pertemuan Spring Meeting akan membahas kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah IMF-WB yang digelar pada 12-14 Oktober 2018.

    Ada juga paparan World Economic Outlook pada 18 April 2018 yang membahas isu kepedulian global, termasuk prospek ekonomi dunia, pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi, dan efektivitas bantuan. Sejumlah investor turut meramaikan Spring Meeting.

    Baca juga: Ini Alasan Menteri Luhut Ajak Bos IMF ke TPI Cilincing

    Menurut Luhut, pertemuan Spring Meeting semakin membuat Indonesia dikenal. Dia mengklaim, makin banyak pihak yang mau datang ke Indonesia dan berinvestasi. Luhut menyampaikan akan meminta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk menghitung dampak finansial yang diperoleh dari pertemuan itu. “Makanya jangan terlalu cepat menuduh tanpa fakta,” ujar Luhut.

    Selain itu, Luhut meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengaudit dana yang dikeluarkan untuk acara akbar IMF-WB 2018. Tujuannya menghindari kecurangan atau penyelewengan dana.

    LANI DIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?