Jika 2019 Umat Terbelah Lagi, Buya Syafii: Lebih Bodoh dari Unta

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Syafii Maarif menyampaikan sambutan dalam acara Diversity Award 2018 di Wisma Antara, Jakarta, 29 Maret 2018. Tempo/Vindry

    Ahmad Syafii Maarif menyampaikan sambutan dalam acara Diversity Award 2018 di Wisma Antara, Jakarta, 29 Maret 2018. Tempo/Vindry

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii menyoroti semakin mengecilnya peran partai Islam dalam politik Indonesia saat ini. "Kenapa partai sekuler lebih besar, karena partai Islam belum bisa melahirkan negarawan," kata Buya Syafii dalam talkshow dan bedah buku 'Krisis Arab dan Masa Depan Dunia Islam' di Jakarta Convention Center, Kamis, 19 April 2018.

    Sampai sekarang, kata Buya Syafii Maarif, menurutnya partai politik Islam belum banyak melahirkan politisi yang berintegritas dan bisa menjadi seorang negarawan. Walau pun, Buya Syafii mengatakan partai politik Islam di Indonesia masih lebih baik ketimbang di kawasan Arab.

    Baca juga: Buya Syafii Maarif: Politikus Dulu Itu Intelektual, Sekarang...

    Menurut Buya Syafii politisi yang baik adalah yang berpihak pada keadilan, rakyat jelata, dan kebenaran. "Tapi itu kan masih jauh. Meski dibanding dengan Arab, masih lebih baik," kata dia.

    Simak kembali: Elektabilitas Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019, Ulangan 2014?

    Buya Syafii Maarif mengatakan sampai sekarang memang tidak ada partai politik yang ideal. Dia mendorong parpol berkaca pada kelakuan masa lampau yang masih tidak sesuai dengan prinsip demokrasi untuk bisa membangun demokrasi yang sehat. "Partai Islam sama saja."

    Buya Syafii Maarif pun mengomentari maraknya ujaran kebencian di tahun politik menjelang pesta demokrasi tahun depan. "Ujaran kebencian sudah sejak dahulu tahun 2014," kata dia. "Seharusnya sebagai bangsa beradab jangan seperti itu," tuturnya.

    Baca juga: Buya Syafii: Indonesia Berjibun Politisi Instan Bermental Duafa

    Menjelang Pemilu 2019, Buya Syafii mengimbau partai politik untuk berkompetisi secara wajar dan adil, serta selanjutnya menghormati dengan lapang dada. Dengan begitu, dia merasa umat muslim di Indonesia tak akan terpecah seperti 2014. "Kecuali tidak mau belajar."

    Menurut Buya Syafii Maarif kondisi umat islam terpecah lantaran politik seperti saat itu sangat memprihatinkan dan sangat disesalkan. "Kalau berulang lagi kita lebih bodoh dari unta," tutur dia. (*)

    Lihat juga video: Bagaimana Pendiri Anomali Coffee Sukses Membidik Milenial

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.