Gerindra: Komunikasi Prabowo-Luhut Bukan Penjajakan Koalisi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menghadiri Rakernas di Jakarta, 5 April 2018. Sebanyak 34 pengurus daerah telah menyatakan dukungan dan mendesak Prabowo segera deklarasi. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menghadiri Rakernas di Jakarta, 5 April 2018. Sebanyak 34 pengurus daerah telah menyatakan dukungan dan mendesak Prabowo segera deklarasi. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan komunikasi antara Ketua Umumnya Prabowo Subianto dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan merupakan hal biasa yang kerap dilakukan keduanya. Komunikasi tersebut, kata dia, jangan dianggap sebagai penjajakan politik untuk pemilu 2019.

    "Prabowo akan maju dalam Pilpres 2019 sudah final. Tidak ada kegalauan," kata Andre saat dihubungi Tempo pada Kamis, 19 April 2018.

    Andre menuturkan persahabatan antara Prabowo dengan Luhut sudah dijalin sejak keduanya menjadi anggota TNI. Bahkan, keduanya semakin dekat karena berada dalam satuan khusus di tubuh TNI, yakni Komando Pasukan Khusus. "Mereka punya hubungan baik. Bahkan, menjadi rekan bisnis," ujarnya.

    Baca: Gerindra Bantah Prabowo Paceklik Logistik, Kader Ongkosi Kampanye

    Prabowo Subianto telah dideklarasikan oleh Gerindra untuk maju sebagai capres 2019. Namun belakangan muncul kabar bahwa Prabowo berpotensi tak jadi maju dan hanya akan menjadi king maker.

    Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan hingga kini belum ada kepastian Prabowo akan mendaftarkan diri sebagai capres untuk pemilu 2019. Menurut dia, peluang Prabowo tak maju masih terbuka. "Selama itu belum didaftarkan, peluang itu masih tetap ada, dan pengalaman selama ini begitu saja," kata Hidayat pada 16 April 2018.

    Menurut Andre, Prabowo pasti akan maju melawan Joko Widodo pada pemilu 2019. Karena itu, ia mengatakan bahwa timbulnya wacana Prabowo hanya menjadi king maker atau pembuat keputusan adalah tidak tepat.

    Baca: PKS Sebut Prabowo Belum Tentu Maju Pilpres 2019

    "Jangan pernah berpikir kembali bahwa mandat tersebut ingin diberikan ke orang lain. Tidak ada istilah mandat akan diberikan ke Gatot Nurmantyo. Calon presiden Gerindra Prabowo bukan Gatot," kata Andre.

    Sejauh ini, menurut Andre, PKS sebagai partai koalisi juga telah menerima dan mendukung keputusan Gerindra yang mengusung Prabowo. Jika ada segelintir elit PKS yang menyebut Prabowo belum tentu maju itu tidak benar.

    PKS, kata dia, mempunyai hak untuk menyodorkan calon presiden maupun wakil presiden untuk diusung. Apalagi, PKS juga masih menjaring sembilan nama dari kadernya untuk didorong maju pada Pemilu 2019. "Yang bilang Prabowo belum tentu maju itu bukan dari pernyataan resmi Ketua Majelis Syuro dan Presiden PKS. Yang resmi dari PKS Prabowo yang akan maju," kata Andre.

    Ia pun menilai wacana Prabowo tidak maju digulirkan biasa dalam dinamika politik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.