Warga Lhokseumawe Serbu Stasiun Pompa Bensin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Satu hari menjelang berlangsungnya mogok di Aceh yang diserukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Selasa (15/1), situasi Lhokseumawe aman. Pantauan TEMPO News Room menunjukkan kegiatan warga berlangsung lancar. Jalur transportasi masuk dan ke luar kota tak mengalami gangguan sedikit pun. Kegiatan masyarakat paling mencolok terlihat di pusat-pusat pasar dan pompa bensin (SPBU). Kepadatan melonjak lebih besar dari hari-hari sebelumnya. Dari dua SPBU di dalam kota, antrean kendaraan roda empat dan roda dua terlihat memanjang hingga ke badan jalan raya umum. Kios-kios kecil yang menjual minyak tanah enceran juga dipenuhi pembeli. Di kota terbesar kedua di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ini, patroli aparat keamanan berlangsung di ruas-ruas jalan menuju arah kota. Meski begitu tidak terlihat pergerakan pasukan yang mencolok. Begitu pula pos-pos pengamanan, tak terlihat penambahan personel. Komandan Satgas Penerangan Komando Pelaksana Operasi TNI, Mayor (Inf) Zaenal Muttaqin, mengatakan sejauh ini belum ada laporan kontak senjata antara aparat TNI-Polri dengan GAM. Begitu ancaman teror yang mengusik ketenangan masyarakat. Namun Senin malam kemarin, jelas Zaenal, terjadi dua ledakan bom di kawasan kota Lhokseumawe, yang dituduhkan kepada GAM. Tidak ada kerugian jiwa dan harta benda dalam peristiwa itu. Tapi, tuduhan itu dibantah GAM. “Kami tidak tahu,” ujar Juru Bicara Militer GAM, Sofyan Daud. Aksi pengeboman di Aceh telah menjadi sesuatu yang amat sering terjadi hingga sulit diklarifikasi. “Sejauh ini belum ada laporan ke saya. Tapi soal bom-boman itu menjadi masalah biasa di sini," katanya. Kemarin aparat TNI sempat terlibat kontak senjata dengan GAM di Bandar Dua, Kabupaten Pidie. Tak ada korban jiwa di kedua belah pihak. Aparat kemudian menyita beberapa barang bukti, diantaraya satu senjata peluncur granat (GLM) standar dengan satu amunisi aktif, amunisi senjata laras panjang jenis M16, 13 amunisi pistol, satu teropong dan lima stel pakaian dinas lapangan (PDL) militer Malaysia, satu baret merah dan lima baret hijau. (Zainal Bakri)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.