KPK Limpahkan Berkas Tersangka Kasus BLBI

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka mantan Kepala BPPN Syafruddin A. Temenggung, menjalani pemeriksaan perdana pasca penahanan, di gedung KPK, Jakarta, 27 Desember 2017. Syafruddin A. Temenggung, diperiksa sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi pemberian SKL kepada pemegang saham pengendali BDNI tahun 2004 sehubungan dengan pemenuhan kewajiban penyerahan aset oleh obligator BLBI kepada BPPN. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka mantan Kepala BPPN Syafruddin A. Temenggung, menjalani pemeriksaan perdana pasca penahanan, di gedung KPK, Jakarta, 27 Desember 2017. Syafruddin A. Temenggung, diperiksa sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi pemberian SKL kepada pemegang saham pengendali BDNI tahun 2004 sehubungan dengan pemenuhan kewajiban penyerahan aset oleh obligator BLBI kepada BPPN. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas penyidikan dan barang bukti tersangka kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Syafruddin Arsyad Temenggung kepada kejaksaan.

    “Sidang rencananya akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta,” kata Juru bicara KPK Febri Diansyah lewat keterangan tertulisnya pada Rabu, 18 April 2018.

    Baca: Tersangka Kasus BLBI Akan Segera Diadili

    Febri mengatakan, di tahapan penyidikan total ada 72 saksi yang diperiksa untuk tersangka Syafruddin. Sedangkan sebagai tersangka, Syafruddin telah diperiksa KPK sebanyak tiga kali sejak 5 September 2017 hingga 9 Januari 2018.

    Syafruddin ditetapkan tersangka terkait kasus suap pemberian surat keterangan lunas (SKL) kepada pemegang saham pengendali Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) tahun 2004 milik Sjamsul Nursalim. Ia adalah satu-satunya tersangka dalam kasus ini.

    Baca: Kasus BLBI, Ini yang Digali KPK dari Dorodjatun Kuntjoro Jakti

    Syafruddin merupakan mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional periode 2002-2004. Ia diduga menerbitkan SKL terhadap Sjamsul Nursalim padahal dari hasil restrukturisasi, BDNI baru membayar Rp 1,1 triliun dari utang Rp 4,8 triliun. Akibatnya ada uang senilai Rp 3,7 triliun yang tak dibayarkan kepada negara.

    Syafruddin Arsyad Temenggung sudah ditahan di Rumah Tahanan Kelas 1 Jakarta Timur cabang KPK sejak Kamis, 21 Desember 2017. Atas perbuatannya dalam kasus BLBI itu, Syafruddin diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp 4,58 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.