Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Fahri Hamzah Menuding Ada Operasi Intelijen Memecah Belah PKS

Reporter

image-gnews
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Fahri Hamzah saat berdiskusi dengan media di Media Center DPR, Jumat, 26 Januari 2018. TEMPO/Dewi Nurita
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Fahri Hamzah saat berdiskusi dengan media di Media Center DPR, Jumat, 26 Januari 2018. TEMPO/Dewi Nurita
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta-Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  Fahri Hamzah menuding ada operasi intelijen yang ingin memecah belah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Ada upaya sistematis untuk memecah belah kami. Tapi pimpinan termakan. Karena itu sebagian terpengaruh,” kata dia melalui pesan WhatsApp, Rabu, 18 April 2018.

Fahri mengatakan hal itu untuk menanggapi beredarnya dokumen baru-baru ini. Dokumen setebal 27 halaman itu berjudul ‘Mewaspadai Gerakan Mengkudeta PKS'. Berkas itu menyatakan PKS terbelah menjadi dua kelompok, yakni kelompok Orang Sana (Osan) dan Orang Sini (Osin).

Baca: Fahri Hamzah Cemas PKS Akhirnya Cuma Jadi Tim Sukses Pilpres

Menurut dokumen itu Osan merupakan loyalis Anis Matta (AM) yang terafiliasi dengan Fraksi Sejahtera. Sedangkan Osin disebut sebagai loyalis partai yang terafiliasi pada Fraksi Keadilan.

Disebutkan dalam dokumen Osan tengah berupaya merebut kekuasaan dengan jalan menguasai keanggotaan Majelis Syura. Karena itu strategi untuk menghadapi Osan salah satunya dengan menggagalkan pencalonan Anis Matta sebagai presiden 2019 dari PKS.

Dalam dokumen yang sama, Osan dinilai berbahaya. Mereka disebut memiliki sumber pendanaan yang kuat. Sumber dana grup ini, seperti dikutip dari dokumen, berasal salah satunya dari 9 Naga -kelompok yang kerap dikaitkan dengan para pegusaha keturunan Tionghoa-. Fahri disebut menjadi salah satu pentolan dari faksi Osan. “Itu file operasi intelijen,” kata Fahri.

Simak: Sohibul Iman Tak Ingin Tanggapi Harapan Fahri Hamzah

Scroll Untuk Melanjutkan

Fahri membantah ada perpecahan di tubuh PKS. Dia mengakui memang ada perbedaan di antara anggota partai, namun itu tidak sampai membuat partai terbagi dalam dua kelompok. Sebaliknya, ujar dia, ada pihak ketiga yang mengolah perbedaan itu hingga memunculkan kesan ada perpecahan. “Kemudian mereka meradikalisasi dengan pemecatan dan juga isolasi,” katanya.

Fahri tidak menjawab siapa pihak ketiga yang dia maksud. Dia hanya mengatakan bahwa masalah itu menjadi kesempatan untuk introspeksi diri. Karena, menurutnya, pihak ketiga itu sudah ada dalam tubuh PKS. “Biar menjadi introspeksi, mereka sudah ada di dalam,” kata dia.

Politikus PKS  Abdul Kharis Almasyhari mengaku sudah mengetahui beredarnya dokumen itu. Namun dia tidak tahu siapa pembuatnya. Dia juga membantah isi dokumen tersebut. “Tidak pernah ada itu termonologi Osan-Osin, tidak ada,” kata dia.

Lihat: Ada #2019GantiPresiden, Ruhut: PKS Mau Ganti Fahri Aja Gak Bisa

Abdul Kharus juga menampik telah terjadi perpecahan dalam tubuh PKS. Namun, dia mengakui memang ada perbedaan pendapat mengenai capres yang akan diusung PKS. “Ya paling soal adanya sembilan calon presiden itu. selebihnya menurut saya tidak ada,” ujar Ketua Komisi Pertahanan DPR ini.

PKS telah menetapkan sembilan calon presiden atau wakil presiden yang akan mereka usung dalam Pilpres 2019. Kesembilan orang itu yakni, Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Mohamad Sohibul Iman, Salim Segaf Al’Jufrie, Tifatul Sembiring, Al Muzammil Yusuf dan Mardani Ali Sera.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Respons Anies Baswedan dan PKB soal Dukungan di Pilgub Jakarta, Terganjal soal Cawagub?

48 menit lalu

Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan memberikan sambutan saat menghadiri acara tasyakuran Harlah ke-26 PKB di Jakarta, Minggu, 21 Juli 2024. ANTARA/Rivan Awal Lingga
Respons Anies Baswedan dan PKB soal Dukungan di Pilgub Jakarta, Terganjal soal Cawagub?

PKB masih mempertimbangkan sosok calon wakil gubernur untuk mendampingi Anies Baswedan.


Ilham Habibie: Kesepakan Koalisi dengan PKS di Pilgub Jawa Barat Akhir Juli

13 jam lalu

Bakal Calon Gubernur Jawa Barat yang diusung oleh Partai NasDem Ilham Akbar Habibie seusai melakukan pertemuan di Kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2024. DPP Partai NasDem menyodorkan Ilham Akbar Habibie, ke DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk diperkenalkan sebagai bakal calon gubernur yang diusung untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2024. Dalam pertemuan tersebut Partai NasDem ingin mengulang kerja sama antara Nasdem dan PKS di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Ilham Habibie: Kesepakan Koalisi dengan PKS di Pilgub Jawa Barat Akhir Juli

Partai Nasdem telah mendeklarasikan dukungan untuk mengusung Ilham Habibie di Pilgub Jawa Barat.


Kaesang Bertemu Pengurus DPD PKS di Solo, Singgung Penjajakan Koalisi Pilkada

1 hari lalu

Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep bersama istri, Erina Gudono berjalan-jalan di kawasan Night Market Ngarsapura Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 20 Juli 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Kaesang Bertemu Pengurus DPD PKS di Solo, Singgung Penjajakan Koalisi Pilkada

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep mengadakan pertemuan dengan jajaran pengurus DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Solo pada Sabtu 20 Juli 2024


Anies Baswedan Sebut Banyak Kebijakan yang Dibuatnya Dipotong Pj Gubernur Saat Ini

1 hari lalu

Organisasi masyarakat Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) mendeklarasikan Anies Rasyid Baswedan untuk maju pemilihan gubernur atau Pilgub DKI Jakarta 2024 di Gor Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Kamis, 20 Juli 2024. TEMPO/Desty Luthfiani
Anies Baswedan Sebut Banyak Kebijakan yang Dibuatnya Dipotong Pj Gubernur Saat Ini

Mantan Gubernur DKI Anies Baswedan menilai ada beberapa kebijakan yang dia buat, dipotong oleh pemerintahan yang menjabat saat ini.


Elektabilitas Imam Budi Hartono Teratas untuk Pilkada Depok, KedaiKOPI: Diuntungkan Posisi Wakil Wali Kota

1 hari lalu

Paket pasangan Imam Budi Hartono-Ririn Farabi Arafiq melakukan pradeklarasi di Anyer pada Sabtu 22 Juni 2024. Foto : Humas Golkar
Elektabilitas Imam Budi Hartono Teratas untuk Pilkada Depok, KedaiKOPI: Diuntungkan Posisi Wakil Wali Kota

Elektabilitas Imam Budi Hartono dalam survei Pilkada Depok 2024 yang digelar lembaga KedaiKOPI, masih menempati urutan teratas.


Presiden PKS Jenguk Anies Baswedan yang Sempat Sakit usai Berlibur di Eropa

2 hari lalu

Ketua Majelis Syuro PKS Salim Assegaf Aljufrie (tengah), Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berfoto bersama saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS 2019 di Jakarta, Kamis 14 November 2019. ANTARA FOTO/M. Risyal Hidayat/ama/aa.
Presiden PKS Jenguk Anies Baswedan yang Sempat Sakit usai Berlibur di Eropa

Presiden PKS menjenguk Anies Baswedan di kediamannya di Jakarta. PKS sebut pertemuan itu tak membahas soal Pilkada Jakarta.


Alasan PKS akan Pertimbangkan Potensi Ilham Habibie untuk Pilgub Jabar

2 hari lalu

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (kiri) dan Bakal Calon Gubernur Jawa Barat yang diusung oleh Partai NasDem Ilham Akbar Habibie (kanan) berjabat tangan saat melakukan pertemua di Kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2024. DPP Partai NasDem menyodorkan Ilham Akbar Habibie, ke DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk diperkenalkan sebagai bakal calon gubernur yang diusung untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2024. Dalam pertemuan tersebut Partai NasDem ingin mengulang kerja sama antara Nasdem dan PKS di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Alasan PKS akan Pertimbangkan Potensi Ilham Habibie untuk Pilgub Jabar

Presiden PKS mengatakan masih ada waktu bagi Ilham Habibie untuk mengerek elektabilitasnya menjelang Pilgub Jabar.


Nasdem Siap Jika Anies Baswedan Lawan Ahok di Pilgub Jakarta

2 hari lalu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tertawa bersama dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) usai hadiri acara pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat
Nasdem Siap Jika Anies Baswedan Lawan Ahok di Pilgub Jakarta

Nasdem belum meresmikan dukungan kepada Anies Baswedan di Pilgub Jakarta.


Menanti Langkah Politik PDIP Usai Khofifah-Emil Didukung PKS untuk Pilgub Jatim

3 hari lalu

Bakal Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak (kanan) seusai menerima surat rekomendasi PKS untuk Pilkada Jawa Timur di Kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2024. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi memberikan rekomendasi dukungan untuk Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dalam Pilkada Jawa Timur 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Menanti Langkah Politik PDIP Usai Khofifah-Emil Didukung PKS untuk Pilgub Jatim

Khofifah-Emil Dardak resmi didukung PKS untuk maju di Pilgub Jatim. Lantas, bagaimana langkah politik PDIP untuk Pilgub Jatim 2024?


Respons PDIP atas Keputusan PKS Usung Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024

3 hari lalu

Presiden PKS Ahmad Syaikhu (tengah), Bakal Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri), dan Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak (kanan) berpose dalam acara penyerahan surat rekomendasi PKS untuk Pilkada Jawa Timur di Kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2024. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi memberikan rekomendasi dukungan untuk Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dalam Pilkada Jawa Timur 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Respons PDIP atas Keputusan PKS Usung Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024

DPP PDIP menilai PKS bermain aman dengan mengusung Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024.